LENSAINDONESIA.COM : Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Masington Pasaribu membantah bila pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan “cerai”. Gara-garanya ada “orang ketiga” yang dianggap mengganggu dalam pemerintahan yaitu Rizal Ramli.

Masington malah mempertanyakan argumentasi adanya isu tersebut. “Kita enggak tahu sumber informasi Prof Tjipta Lesmana itu darimana. Enggak mungkinlah hanya karena keberadaan Pak Rizal Ramli di Kabinet, lantas Pak JK mengundurkan diri. Enggak mungkin itu,” terangnya.

Isu tersebut diungkapkan oleh pengamat politik Prof. Tjipta Lesmana lantaran polemik JK dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

Masington menegaskan, JK adalah sosok negarawan sejati yang tak mungkin tergoda dengan isu-isu perpecahan di internal pemerintah. Menurutnya, sikap yang ditunjukkan Rizal Ramli dengan mengajak JK untuk berdiskusi terkait kebijakan adalah masalah kecil dan tak mungkin menyebabkan perpecahan.

“Karena sikap kenegarawanan Pak JK tidak setipis itu, tidak mudah ‘mutung’ atau kecewa pada hal-hal kecil,” tandasnya.

Sedangkan juru bicara JK, Husein Abdullah membantah kabar “perceraian” tersebut.

“Tidak benar, itu hanya imajinasi Prof. Tjipta,” kata Husein Abdullah melalui pesan singkatnya beberapa saat lalu.

Husain menegaskan, JK sudah dikenal khalayak sebagai juru damai. Karena itu, sangat mustahil jika JK mundur dari pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut Staf Khusus Wakil Presiden itu, kondisi pemerintahan saat ini sangat bagus meski beberapa hari telah dilakukan reshuffle kabinet.
“Konsolidasi pemerintah juga berjalan baik,” tuturnya.

Husein juga menyebutkan, Jumat (21/8) kemarin, Menko Polhukam Luhut Panjaitan, sempat menemui Wapres melaporkan segala perkembangan secara umum.

“Semua baik-baik saja,” tegas Husein.

Sebelumnya, Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Tjipta Lesmana menyebut Wakil Presiden Jusuf Kalla mengancam akan mundur jika Presiden Joko Widodo tidak mengganti Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli.

“JK mengancam (ke Jokowi) kalau Pak Rizal ini tidak dipecat, dia mau bercerai (mundur),” ujar Tjipta di Jakarta, Sabtu (22/8/2015).

Kalla, sebut Tjipta, pasti tidak nyaman dengan komentar-komentar yang dilontarkan Rizal. Tindakan Kalla pun, lanjut Tjipta, disebutnya sebagai aksi panik.

Di sisi lain, Tjipta mengatakan PDIP mendukung penuh gaya komunikasi Rizal. “Pramono Anung saja kemarin, secara implisit mendukung manuver Rizal Ramli. PDI-P pun tenang-tenang saja tuh dengan komentar-komentar Pak Rizal. Jadi memang dia (Rizal) ini laik untuk kita dukung,” ujar Tjipta.

Sehari setelah dilantik menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal langsung mengkritik Kementerian BUMN yang berencana membeli pesawat baru untuk perusahaan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Menurut Rizal, pembelian pesawat baru belum perlu.

Setelah itu, Rizal lagi-lagi melontarkan pernyataan kontroversial. Ia mengatakan, target Pemerintah membangun pembangkit listrik 35.000 megawatt terlalu sulit dicapai. Dia menilai proyek yang dicanangkan Presiden Jokowi hingga 2019 itu tak masuk akal. Bahkan, ia menilai proyek itu adalah proyek ambisius Wakil Presiden Jusuf Kalla.@sit/oz/kmp/stk