LENSAINDONESIA.COM: Delegasi Thailand minati peluang bisnis yang ada di Jawa Timur. Provinsi paling timur di Pulau Jawa ini dinilai memiliki prospek yang sangat bagus untuk berbisnis.

Pimpinan delegasi Thailand, Chutima Phumsrisawat, yang juga menjabat sebagai Executive Director, Investment Service Center (BOI) mengatakan, pihaknya ingin melihat berbagai peluang investasi di Jatim.

“Kami ingin melihat dan meningkatkan kerjasama bisnis disini, tentunya kerjasama ini akan saling menguntungkan Jatim dan Thailand. Jatim memiliki prospek yang sangat bagus, karena itu saya membawa para calon investor dari Thailand,” kata Chutima usai bertemu dengan Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (27/8/2015).

Bahkan, pihaknya juga membawa serta stafnya dari BOI dan 17 investor asal Thailand untuk melihat dan memastikan peluang bisnis di Jatim. Menanggapi hal ini, Gubernur Soekarwo mengaku menerima dengan baik dan memberikan peluang kepada Thailand untuk berinvestasi di Jawa Timur.

Ada lima bidang yang bakal dijadikan peluang bisnis, yakni bidang infrastruktur jalan tol, pariwisata, energi, maritim dan manufaktur.

Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan, investasi di Jatim memiliki prospek yang cerah karena Jawa Timur merupakan pusat logistic and connectivity Indonesia Timur. “Saya beri jaminan ke Thailand bahwa investasi di Jatim akan menguntungkan meski ekonomi dunia sedang lesu. Sebab Jatim mampu mencatat kinerja ekonomi yang baik, tercatat pertumbuhan ekonomi Jatim pada semester I 2015 ini mencapai 5,22 persen diatas pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,02 persen,” ungkap Soekarwo.

Selain itu, minat Investasi PMA & PMDN Berdasarkan Ijin Prinsip pada semester-1 2015 mencapai 98,78 % dari semester-1 2014 (Rp. 85,74 Triliun), kemudian pada Semester-1 2015 ini juga, Realisasi Investasi PMA, PMDN & PMDN Non Fas mencapai 80,30 % dari semester 1 2014 (Rp. 85,74 Triliun).

“Investasi di Jatim juga dijamin empat hal. Mulai proses perijinan yang mudah dan cepat, ketersediaan lahan, ketersediaan listrik dan tenaga kerja yang berkualitas. Bahkan untuk ketersediaan listrik, kami punya surplus sebesar 1.199 MW. Inilah yang membuat iklim perekonomian Jatim menjadi aman, nyaman dan kondusif,” klaim Gubernur Jatim Soekarwo.

Rincian sejumlah bidang yang akan ditanamkan investasi Thailand, seperti bidang infrastruktur jalan tol diantaranya Tol Road Gresik-Tuban ±85,00 KM, Tol Road Pasuruan-Probolinggo ± 31,03 KM, Tol Road Probolinggo-Banyuwangi ± 107,38 KM, Tol Road Pandaan-Malang ± 37,62 KM dan Tol Road Juanda Airport-Tanjung Perak ± 23 KM.

Untuk sektor pariwisata, diantaranya Bromo Vulcano Tematic Park, Cable Car/Sky Lift System di Batu dan Amusement Park di Suramadu. Sedangkan di bidang energi, yakni Geothermal Power Plant di 5 lokasi, yakni Arjuno–Welirang, Songgoriti, Gunung Pandan, Gunung Willis dan gunung Lawu, serta proyek pembangunan infrastruktur listrik nasional dengan target 35.000 MW.

Di bidang maritim, diantaranya proyek Shipping Industrial Estate di Lamongan, Shipyard and Shipbuilding di Banyuwangi Gresik, dan Lamongan, Ship spareparts seperti navigation, boat engines, ship propeller di Surabaya.

Sementara di bidang manufaktur, khususnya di bidang pengolahan dan proses, diantaranya pengolahan buah mangga di Pasuruan, pengolahan kelapa di Probolinggo dan pengolahan rumput laut di Sumenep. Selain itu, pengolahan Textile and Textile Product Industry di Mojokerto, Jombang dan Pasuruan, Automotive Sparepart Industry di Pasuruan, Mojokerto, dan Jombang, Iron Steel Industry di Lumajang, Jember dan Banyuwangi, serta Marble Industry di Lumajang, Jember dan Banyuwangi.@sarifa