LENSAINDONESIA.COM: Massa buruh dari berbagai daerah di Jatim turun ke jalan. Mereka menyerbu Gedung Negara Grahadi Surabaya meminta Gubernur Soekarwo menaikkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2016 minimal 30 persen dari UMK 2015.

Sebanyak 1.000 personel Polri mengamankan unjuk rasa buruh di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 1 September. Polisi pun memasang kawat berduri di area unjuk rasa.

Polisi dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim itu mengamankan unjuk rasa sejak pukul 9.00 WIB. Sebanyak 1.000 buruh se-Jawa Timur berunjuk rasa di depan Gedung Grahadi.

Koordinator Buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jatim Sukadar mengklaim, permintaan kenaikan UMK minimal 30 persen ini wajar untuk kesejahteraan para buruh. “Kenaikan ini wajar karena hanya berkisar 22 hingga 30 persen. Dan kami menuntut itu agar kami para buruh terus bisa sejahtera,” ujarnya saat ditemui di depan Gedung Grahadi, Selasa (1/9/2015).

Dengan kenaikan ini maka UMK untuk daerah ring satu yaitu Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan adalah minimal akan naik di angka Rp 3,3 juta.

Sementara, aksi kali ini merupakan bagian dari aksi Gerakan Buruh Indonesia (GBI) yang hari ini secara serentak juga berunjuk rasa di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur, aksi dipusatkan di Gedung Negara Grahadi dan diikuti perwakilan buruh dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan Mojokerto.

Info yang diterima LICOM, perwakilan buruh juga bakal diterima oleh Pemprov Jatim. Khususnya oleh Kepala Disnakertransduk Jatim Sukardo beserta Kepala Biro Kesra Setdaprov Jatim Hizbul Wathon.@sarifa