LENSAINDONESIA.COM: Delapan mahasiswa terdiri dari empat lelaki dan empat perempuan, terjaring razia tes urine yang digelar petugas gabungan BNNP Jatim bersama Satpol PP Surabaya di sebuah apartemen kawasan Kertajaya, Sabtu (5/9/2015) dinihari WIB.

Para mahasiswa yang kebaykan berasal dari luar kota ini mengaku kuliah di Surabaya dan sengaja tinggal di apartemen untuk menghindari razia tes urine kos-kosan yang belakangan memang gencar diakukan BNNP Jatim dan Satpol PP Surabaya

Kabid Intelijen BNNP Jatim Kompol Erwin menjelaskan, para mahasiswa itu dijaring petugas dalam kamar yang berbeda di sebuah apartemen di Kertajaya. Menurutnya, semua penghuni apartemen diperiksa identitasnya oleh Satpol PP dan dites urine oleh BNNP Jatim. “Hasilnya, ditemukan delapan mahasiswa yang hasil tes urinenya positif Narkoba. Mereka diamankan dan akan dikirim ke tempat rehabilitasi,” terangnya.

Razia semacam ini rutin digelar petugas gabungan BNNP Jatim dan Satpol PP untuk mengantisipasi peredaran Narkoba. Setelah gencar merazia kos-kosan di sejumlah tempat di Surabaya, kini petugas mulai melirik apartemen yang juga disinyalir jadi `surga` peredaran Narkoba. @rofik