LENSAINDONESIA.COM: Warga Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang mengeluhkan limbah pabrik gula yang telah puluhan tahun mencemari sungai.

Limbah dari Pabrik Gula Djombang Baru tersebut membuat air sungai berwana kehitaman serta mengeluarkan bau anyir.

“Limbah itu dari pabrik gula Jombang. Ya seperti itu keadaanya selama ini. Apalagi saat musim giling. Air sungai jadi panas, baunya juga membuat kepala pusing,” ungkap Parmin (53) warga Desa Mojokrapak, Minggu (06/08/2015).

Ia mengatakan, disaat sedang giling, pada pagi hari pabrik juga mengeluarkan limbah asap yang mengepul. Pastinya, lanjut Parmin, warga di sekitar pabrik juga  terkena dampak lebih parah.

Hal senada juga diungkapkan Eli (50) warga Dusun Ngrawan, Desa Pesantren Kecamatan Tembelang yang rumahnya berada di dekat sungai. Kata Eli, keluarganya sering mual akibat aroma tak sedap dari limbah giling tebu itu. “Suami saya yang sering muntah kalau tak tahan bau sungai,” ucapnya ketus.

Bukan hanya warga sekitar aliran sungai, tidak sedikit pengendara motor atau penumpang becak kerap menutup hidung jika melintas sepanjang jalan Jombang-Ploso ini.

“Setiap kali lewat jalan Raya Jombang-Ploso pasti nggak tahan bau sungai, seperti ada bangkai hewan,” ujar Wandi (35) warga Tunggorono ketika tengah menunggu saudaranya yang tengah berbelanja di Pasar Legi.

Kata dia, pencemaran limbah pabrik gula tersebut sudah lama terjadi. Selama ini, warga di sekitar pabrik kerap mendapat kompensasi.

“Kabarnya warga dekat pabrik mendapat kompensasi tiap giling. Tetapi menurut saya itu bukan solusi, buktinya yang merasakan dampak limbah bukan hanya warga di sekeliling pabrik saja,” ucapnya.@Obli