LENSAINDONESIA.COM: Tim Crime Hunter Satreskrim Kepolisian Resort (Polres) Ponorogo menggerebek arena perjudian dua lokasi berbeda, Sabtu (05/09/2015).

Target operasi pertama adalah perjudian sabung ayam di Jalan Manggis, Kelurahan Keniten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Dalam penggerebekan sabung ayam ini polisi sempat terkecoh. Pasalnya, judi sabung ayam yang berada dikompleks padat perumahan penduduk tersebut bermula dari laporan masyarakat yang sebelumnya berada di Desa Cekok, Kecamatan Babadan telah berpindah ke Keniten.

Setelah dilakukan lidik akhirnya tim Crime Hunter menemukan lokasi sabung ayam yang berada di tanah kosong belakang Masjid Al-Imam Keniten.

“Dari laporan pengaduan masyarakat tentang dugaan adanya tindak perjudian jenis sabung ayam di Desa Cekok, Kecamatan Babadan, yang terkesan terkoordinir, hasil patut diduga benar adanya giat perjudian dan pada hari Sabtu, 05 September 2015 pukul 15.30 WIB, Tim Crime Hunter Satreskrim Polres Ponorogo telah berhasil menemukan lokasi giat perjudian sabung ayam yang sudah berpindah di Jalan Manggis, Kel Keniten, Kecamatan Kota Ponorogo,” ucap Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Hasran.

Pelaku cukup rapi, karena lokasi area perjudian ayam yang digelar diatas tanah kosong berada dibelakang masjid Al-Imam dan berada dikompleks padat rumah penduduk, dengan parkir kendaraan roda dua tertata rapih didepan rumah penduduk. Sehingga bila dilihat sekilas lokasi giat perjudian dari badan jalan umum tidak terlihat bila sedang digelar perjudian sabung ayam.

Dalam penggrebegan tersebut, polisi berhasil menangkap dan mengamankan tujuh orang yang diduga pelaku di lokasi kejadian perkara (TKP) yaitu  M(31) alias Joni warga Dukuh Demung, Desa Sukosari, Babdan dengan BB uang Tunai Rp.111.000, Ar (49) warga Jalan Imam Syafi’i  Desa Cekok, Babadan dengan BB uang tunai Rp. 149.000,-, MTN (37) warga Dukuh Gebangan, Desa Gelang Lor, Kecamatan Sukorejo Ponorogo dengan BB uang tunai Rp 700.000,-, ARS alias Timbul(19) warga Proliman, Kelurahan Kadipaten, Babadan dengan BB uang tunai Rp 306.000,-. MWN (33) warga Dusun Pramben Desa Ronosentanan, Siman dengan BB uang tunai Rp. 1,136.000,-, NW (31) warga Desa Gandukepuh, Sukorejo dengan BB uang tunai Rp. 1.836.000, SNT (45) alias Dayak warga Jalan Janoko, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Kota Ponorogo.

Dari tangan ketujuh pelaku polisi berhasil mengamankan selain uang tunai Rp 4.238.000,- juga mengamankan 5 ekor ayam jago, seperangkat geber sebagai ring atau arena, 1 buah jam dinding,1 buah ember, 1 buah spon, dan 18 unit sepeda motor roda dua berbagai merk.

Disebutkan AKP Hasran, dalam penggerebegan yang diperkirakan lebih dari seratus orang berada di lokasi arena judi sabung ayam tersebut, polisi sempat melepaskan tembakan peringatan, untuk menghindari adanya kegaduhan masyarakat.

Selain itu, Polisi terus mendalami dugaan adanya oknum berada dibelakang digelarnya judi sabung ayam tersebut. “Kami masih mendalami perkara perjudian sabung ayam yang digelar di Keniten. Karena selain berada di lingkungan padat penduduk kami juga mendalami keterlibatan aparat dibalik mereka,”tegas AKP Hasran saat digelar rilis di halaman Satreskrim Polres Ponorogo.

Untuk proses penyidikan dan pemeriksaan tujuh pelaku yang sudah tertangkap dilakukan penahanan di Polres Ponorogo, dan polisi terus berupaya mengembangkannya guna mencari dan menemukan pelaku lain yang berhasil melarikan diri.

“Kepada ketujuh pelaku kita lakukan penahanan untuk proses pemeriksaan, sementara kita terus mengejar para pelaku yang berhasil melarikan diri,” terang AKP Hasran.

Sementara itu, setelah mendapat informasi dari masyarakat, malamnya polisi melakukan arena judi Dadu dan Bingo di Dukuh Sambeng, Desa Bringin, Kecamatan Kauman.

Sekitar pukul 23.00 malam polisi langsung bergerak dan berhasil menangkap sejumlah pelaku perjudian yaitu YAP (17) selaku bandar, dan empat orang lainya sebagai penombok yaitu IS, NW (31), MYT (50), KTM (58).

“Setelah mendapatkan pengaduan dari mayarakat yang merasa resah karena dilingkunganya sering digelar judi Dadu dan ‘Tetetan’ itu, anggota Crime Hunter Satreskrim Polres Ponorogo langsung bergerak dan berhasil menangkap para pelaku,” ucap AKP Hasran Kasatreskrim Polres Ponorogo.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah bola berisikan keping bertuliskan angka 1-75, uang taruhan Rp.165.000,-, uang potongan atau uang cuk Rp. 258.000,-, 130 buah keplek, sebuah Kresek berisikan batu kerikil untuk penanda dan 1 buah kaleng bekas untuk menyimpan uang.

Dengan tertangkapnya pelaku perjudian tersebut, polisi terus mengembangkan untuk mencari dan menemukan pelaku lain yang belum tertangkap. Sementara untuk keperluan pemeriksaan dan penyidikan pelaku yang telah dewasa dilakukan penahanan sedangkan untuk pelaku yang berstatus anak hanya dikenakan wajib lapor dan tidak dilakukan penahanan.

Demi mempertanggungjawabkan perbuatanya, kepada pelaku dikenakan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.@arso