LENSAINDONESIA.COM: Pabrik Gula Djombang Baru bahwa limbah gilingnya telah mencemari sungai hingga menyebabkan air berwarna hitam dan mengeluarkan bau anyir.

Asisten Manager PG Djombang Baru, Sigit Arifianto mengatakan, bau anyir yang muncul dari sungai yang mengalir sepanjang Jombang-Ploso tersebut berasal dari limbah rumah  tangga masyarakat pinggiran sungai.

“Bau tidak hanya waktu musim giling saja, diluar musim giling pun juga seperti itu. Warga sering membuang sampah sungai yang jarang dibersihkan sehingga membuat airnya berwarna hitam dan berbau. Kami justru membersihkan aliran air sungai setiap minggunya,” kilahnya saat dikonfirmasi lensaindonesia.com, Jumat (11/09/2015).

Sigit tidak menampik bila selama ini PG Djombang Baru membuang limbahnya ke sungai. Namun kata dia, pembuangan limbah terseebut telah sesuai dengan izin dan peraturan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH).

“Sesuai dengan ijin pembuangan limbah cair BLH, baku mutu kadar suhu air panas yang hanya 28 derajat. Sesuai aturan BLH dibawah 40 derajat. Sedangkan kalau siang sekitar 34 sampai 35 derajat.” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Lingkar Indonesia Untuk Keadilan (LINK), Aan Anshari meyakini bau yang ditimbulkan oleh sungai tersebut berasal dari limbah perusahaan, bukan dari limbah rumah tangga warga sekitar sungai.

Ia pun meminta Pemerintah Daerah segera pro aktif dalam masalah ini agar segera diketahui dari mana asal-usul libah tersebut.

“Kami mendorong Pemda dalam hal ini BLH untuk segera merampungkan uji laboratoriumnya untuk mengetahui pabrik mana yang menyebabkan aliran sungai tercemar,” ujarnya.@obi