LENSAINDONESIA.COM: Pemprov Jawa Timur lewat Dinas PU Bina Marga Jatim mulai melakukan pelebaran jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Sedikitnya ada 15 titik jalan yang kondisinya dinilai masih sempit dan membutuhkan pelebaran.

Menurut Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Supaad, 15 titik jalan provinsi dilakukan pelebaran jalan sekitar 6-7 meter. “Mulai tahun ini pelebaran jalan kami lakukan hingga tujuh meter. Dan itu kami perkirakan bakal bisa menampung lalu lintas dua arah tanpa kemacetan lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2015).

Menurutnya, saat ini masih banyak jalan provinsi yang lebarnya hanya sekitar 4-5 meter. Dengan jalan selebar 4-5 meter kepadatan lalu lintas khususnya yang dilalui dua arah terlalu sempit dan rawan macet. “Jika lebar jalan hanya empat atau lima meter, maka jalan yang dilintasi roda kendaraan hanyalah satu lajur saja dan pada titik yang sama. Itu akan mengurangi umur jalan. Dengan dilebarkan jadi tujuh meter, maka penggunaan jalan tak tetap di satu titik lajur dan tentu mampu meningkatkan umur jalan,” bebernya.

Sayangnya, ke-15 titik jalan yang dilakukan pelebaran itu tidak bisa semua diselesaikan pada tahun ini. Supaad menambahkan, dana yang dikelolanya tahun 2015 ini total keseluruhan hanya sebesar Rp 888 miliar dan jumlah tersebut sudah termasuk untuk pemeliharaan rutin berkala juga belanja pegawai. “Karena keterbatasan anggaran kami lakukan secara bertahap, tentunya belum bisa selesai semua tahun ini,” imbuh pria yang juga mantan Kepala Dinas PU Pengairan Jatim ini.

Diketahui, 15 jalan yang dilakukan pelebaran yaitu Raya Legundi, Lamongan-Gedeg, Babat batas Jombang, Lamongan batas Mojokerto, Dengok-Pacitan dan Trenggalek-Dengok. Lainnya yakni jalan Tulungrejo-Pacet-Batu, Cangar-Pacet, Kejayan Tosari ke Bromo. Situbondo-Bondowoso, Bangkalan Sampang, Bangkalan Kota di Jalan Pertahanan, Bangkalan-Ketapang, serta Sumenep-Pantai Lombang.@sarifa