LENSAINDONESIA.COM:  Tujuh anggota komplotan penguras muatan truk berisi gula impor di jalan Tol Surabaya-Sidoarjo, diringkus Unit Jatanras Polrestabes Surabaya, saat melakukan aksinya.

Enam tersangka yang diringkus Polrestabes Surabaya adalah sopir dan kernet, yakni Nopi Utumo (30) warga Pabean Cantikan Surabaya, Mattaki (42) warga Manyar Surabaya, Siswanto (35) warga Manyar Surabaya, Saher (45) warga Jlebuk Jember, Slamet Suswanto (35) warga Dukuh Kupang, Maskur (30) warga Jl Semampir, serta seorang penadah Slamet (46) warga Siwalan Probolinggo.

Dalam aksinya, pelaku yang hendak mengirim gula impor ke pabrik kopi di kawasan Sidoarjo tersebut ternyata sudah menghubungi Slamet (penadah) dan janjian bertemu di jalan tol dekat Masjid Agung Surabaya. Mereka lalu menguras menguras gula menggunakan ganco paralon

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Manang Soebekti mengatakan, para pelaku mempunyai peran masing masing, dimana mereka saat bertemu di jalan tol, mereka berhenti dengan berpura pura memperbaiki mobil. “Saat di jalan tol, para pelaku ini berpura pura memperbaiki mobil. Saat anggota kami melakukan pemeriksaan, ditemukan beberapa karung gula dan sebagian di timba yang diakui diambil dari muatannya,” terangnya.

“Dalam setiap aksinya, pelaku mengambil gula dalam karung sekitar satu kilogram dan menjualnya ke penadah seharga Rp 3 ribu. Mereka sudah melakukan aksinya sejak tiga bulan lalu,” tambahnya

Sementara Slamet (penadah) mengaku, gula yang dibeli dari para sopir tersebut, dijualnya ke pasar tradisional. “Agar cepat laku, setiap kilonya saya jual ke pasar seharga Rp 4 ribu,” ujarnya

Aksi yang dilakukan para tersangka sejak tiga bulan lalu tersebut, setidaknya sudah menguras gula impor sebanyak 18 ton. “Kirimnya seminggu dua kali dan sekali mengambil sedikitnya 200 kg,” ungkap Slamet.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan satu unit mobil Pick Up N 8910 ND, empat karung gula impor dan ganco yang terbuat dari pipa paralon. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tujuh tersangka ini dijera pasal 363 KUHP dan diancam hukuman 7 tahun penjara.@rofik