LENSAINDONESIA.COM: Sudah hampir enam bulan, Bos Club Deluxe, Kris Lo, diburu petugas imigrasi. Orang kepercayaan tempat hiburan di Jl Gentengkali ini diduga telah menyalahi ijin tinggal di Surabaya. Bahkan sebelumnya, diduga telah menyalahi peruntukan terkait pekerjaan.

Kris Lo yang merupakan WNA (warga negara asing) asal Singapura, sudah belasan tahun bergabung di Club Deluxe sebagai salah satu owner. Bahkan ia diduga kuat mengelabui petugas pajak untuk menghindari pajak penghasilan atas pekerjaannya selama ini di Surabaya.

“Hampir enam bulan kami memburunya. Beberapa kali kami coba cari tahu di tempat ia bekerja namun tak pernah ada. Makanya sekarang ini sedang kami cari,” ujar Kabid Pengawasan dan Penindakan (Wasdak) Kantor Imigrasi Klas I Khusus Surabaya, Romi Yudianto, Senin (28/9).

Informasi di lapangan menyebutkan, jika saat pertama kali datang di Surabaya, Kris Lo bekerja sebagai salah satu juru masak (koki) di Club Deluxe tersebut. Rupanya, keahlian memasak itu kabarnya hanya dijadikan alasan untuk mengelabui petugas pajak agar jabatan sesungguhnya dirahasiakan.

Buktinya, Kris Lo di Club Deluxe bukan sebagai juru masak, tetapi masuk dalam jajaran manajemen direksi perusahaan. Beberapa karyawan mengakui, jika Kris Lo merupakan salah satu bos yang diberikan kepercayaan langsung pemilik tempat hiburan cukup bergengsi itu.

“Sebelumnya memang dia pemegang KITAS. Tetapi sejak enam bulan lalu, yang bersangkutan sudah tidak memegang lagi. Sementara kami dapat laporan, jika dia masih beraktivitas di Club Deluxe,” sambung Romi Yudianto.

Menurut petugas Kantor Imigrasi Klas I Surabaya ini, jika Kris Lo masih melakukan aktivitas di Club Deluxe, pihaknya berani memastikan jika yang bersangkutan tidak memiliki ijin sama sekali. “Kami sangat berharap peran serta masyarakat. Bila perlu merekam kegiatannya biar kami tangkap. Yang jelas, saat ini yang bersangkutan tidak memegang KITAS,” pungkasnya.

Berdasarkan pengakuan pegawai setempat, Kris Lo masih menjadi salah satu bos di Club Deluxe. Hanya saja sejak diburu imigrasi, Kris Lo hanya sesekali muncul di kantor. Apalagi sejak bermasalah dengan Pemkot Surabaya terkait uang sewa gedung, warga Singapura itu kerap menghilang. @iwan