LENSAINDONESIA.COM: Timsus Resmob Polrestabes Surabaya yang mengejar pelaku pembiusan dan perampasan dengan modus prostitusi online, berhasil membekuk membekuk empat pelaku dan langsung menjebloskannya ke dalam tahanan.

Keempat pelaku yang langsung ditetapkan sebagai tersangka itu, maisng-masing Feni (28) dan Fafa (23) yang merupakan mantan SPG event dan bertugas sbeagai PSK serta dua pria yakni Findy (40) warga Jl Rajawali, yang bertugas menguras isi ATM dan Marfuat (27), warga Margorukun, penadah perhiasan hasil pembiusan dan perampasan harta korban.

Penangkapan ini sukses dilakukan setelah salah satu petugas menyamar menjadi pria hidung belang dan melakukan Under cover buy untuk transaksi dengan salah satu PSK. Kali pertama yang diciduk adalah Feni (28) di Hotel Metro Jl Dukuh Kupang. Dari keterangannya, petugas langsung mengamankan Fafa (23) yang sedang menunggu mangsanya di McD Jl Mayjen Sungkono.

Sementara Findy, diringkus di salah satu Mall di Jl Mayjend Sungkono, sementara penadahnya, Marfuat, dibekuk di kawasan Pasar Kupang.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Takdir Mattanete mengatakan, kelompok pembiusan dan perampasan dengan modus prostitusi online ini menjalankan aksinya dengan mencari mangsa via WeChat, berkedok menawarkan PSK‎ dengan bandrol Rp 300 ribu hingga 500 ribu rupiah sekali kencan.

“Setelah terjadi kesepakatan harga, dua SPG yang berperan sebagai PSK bertemu di sebuah hotel. Kedua SPG ini bergantian tugas. Jika satunya mendapat tugas melayani pemesan, maka SPG satunya bagian mengantar. Begitu juga sebaliknya,” terang AKBP Takdir Mattenete.

“Setelah pelaku dan korban berada dalam kamar hotel, tersangka berpura-pura meawarkan obat kuat seharga Rp 8 ribu kepada korban. Sebelum memulai permainannya, PSK prostitusi online ini‎ pura-pura mandi dulu dengan alasan biar tubuhnya segar menunggu reaksi obat kuat yang sebenarnya adalah obat bius agar korban pingsan,” tambahnya.

Saat korban ‎tak sadarkan diri, PSK ini lantas menguras seluruh harta benda korban lalu pergi meninggalkan kamar hotel dan menemui ketiga rekannya. “Jadi empat tersangka ini memiliki peran masing-masing. Dua berperan sebagai PSK, yang dua lagi berperan mencairkan uang di ATM korban dan menjual semua perhiasan korban,” pungkas AKBP Takdir Mattanete.

Sementara di hadapan petugas Feni mengaku bahwa dirinya butuh uang karena sudah tidak bekerja. Setelah memutar otak, dia dan teman-temannya memilih membuka bisnis prostitusi online yang tujuannya melakukan pembiusan dan perampasan terhadap pria hidung belang.”Saat ini kami sedang butuh uang, karena sekarang sudah sudah tidak bekerja lagi. Jadinya nekat melakukan hal ini,” ungkapnya dengan kepala tertunduk.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti satu unit laptop, ATM dan satu bungkus obat jenis Clozaril yang sudah dihaluskan. Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 KUHP dan diancam hukuman 9 tahun penjara.@rofik