LENSAINDONESIA.COM: Sebagai bentuk solidaritas, ratusan Gojek, Minggu (11/10/2015) sekitar pukul 22.15 WIB, mengepung Stasiun Gubeng Baru untuk mencari tukang pelaku pemukulan rekan mereka.

Informasi yang dihimpun Lensa Indonesia, tindakan itu dipicu salah satu Gojek yang menerima orderan di Stasiun Gubeng mendadak dipukul tukang ojek yang mangkal di lokasi setempat lalu penumpangnya diturunkan paksa.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban yang belum diketahui identitasnya mengirim pesan melalui media sosial tentang pemukulan terhadap dirinya. “Tadi kami menerima pesan melalui group media sosial, sebagai bentuk solidaritas, makanya kami kesini,” terang Andris, salah satu Gojek.

“Kami (Gojek) sudah sering diperlakukan secara kasar. Kami meminta polisi bertindak tegas dan segera menangkap pelaku yang bertindak anarkhis,” teriaknya

Aksi ratusan Gojek ini sempat memacetkan arus lalu lintas. Rombongan tukang ojek ini tak hanya beraksi di depan Stasiun Gubeng, mereka juga konvoi hingga depan SMAN 2 Jl Wijaya Kusuma, sambil berorasi meminta polisi menindak tukang ojek pelaku pemukulan terhadap rekannya.

Petugas Kepolisian dari Polsek Genteng, Polsek Tambaksari dan Sat Sabhara Polrestabes Surabaya yang datang tak lama kemudian akhirnya datang dan meminta ratusan Gojek membubarkan aksinya.@rofik