Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

DPR RI: Program bela negara membangun nasionalisme 

LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi I DPR RI, Supiadin Aries Saputra mengapresiasi program Kementerian Pertahanan membentuk kader bela negara di 45 Kabupaten/Kota se-Indonesia yang seremoninya akan digelar serentak pada 19 Oktober 2015 nanti.

Menurut program bela negara akan membangun rasa nasionalisme di tengah situasi moral generasi muda, hancur karena narkoba, kriminal dan degradasi moral.

“Di tengah situasi moral generasi muda, hancur karena narkoba, kriminal, degradasi moral, ini adalah wadah (bela negara) betapa pentingnya bagi mereka, kesadaran mereka tentang kebangsaan, betapa pentingnya cinta tanah air,” kata Supiadin di Gedung DPR RI, Jakarta seperti dikutip Antara, Selasa (13/10/2015).

Politisi Partai Nasional Demokrat (NadDem) ini juga menilai, target Kementerian Pertahanan yang mencanangkan program bela negara bagi 100 juta warga negara Indonesia yang berusia di bawah 50 tahun adalah realistis.

“Memang cukup (target 100 juta) karena ini membangun nasionalisme,” ujarnya.

Rekruitmen uji coba pemerintah dalam latihan bela negara pada Oktober ini adalah 4.500 peserta, berasal dari 45 kabupaten dengan 100 peserta dari masing-masing kabupaten. Angka ini, sambung Aries, bisa terealisasi apalagi jumlah penduduk di Pulau Jawa sangat memungkinkan.

“Kalau di luar Pulau Jawa 1 juta (penduduk) satu kabupaten kita ambil 100 orang. Itu pendaftarannya pasti lewat sukarela dan itu pasti lebih jumlahnya. Saya sudah pengalamanlah jadi Pangdam, kita minta sekian karena itu ada mewakili mahasiswa, siswa SMA, masyarakat umum, pemuda, mewakili pekerja ada, kita hanya ambil 100 orang,” kata purnaworawan TNI berpangkat Mayor Jenderal ini.

Soal lokasi maupun fasilitas latihan, menurut Aries, sangat memadai. TNI mempunyai basis-basis latihan yang tersebar hampir diseluruh Indonesia.

“Kan tempatnya bukan di lembaga pendidikan, di batalion. Asrama (TNI) kita lengkap, ada batalion, rindam dan itu tidak menyusahkan. Kalau nampung segitu gak ada masalah. Intinya kita tangkap substansinya,” katanya.@LI-13

Baca Juga:  Polsek Simokerto lumpuhkan penjual jamu dengan timah panas