LENSAINDONESIA.COM: Polisi perairan (Polair) Polda Jatim, menangkap AR di Jl Raya Bandung, Tulungagung, saat akan mengirim ribuan benih lobster ke AR, penadah yang berada di kawasan Banyuwangi.

Tersangka AR yang mengendarai mobil Toyota Rush B 1082 BWK tujuan Banyuwangi tersebut dihentikan petugas dan saat digeledah ditemukan 112 kantong plastik berisi 6.181 benih lobster yang dibeli dari nelayan di Tulungagung dan Trenggalek.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden P Argo Yuwono mengatakan, penangkapan terhadap tersangka yang membawa ribuan benih udang Lobster itu dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat adanya transaksi ilegal. “Anggota kami yang menghentikan kendaraan tersangka, ditemukan ribuan benih lobster yang akan dikirim terhadap penadah yang ada di kawasan Banyuwangi,” terangnya.

“Dari keterangan tersebut, petugas Polair Polda Jatim langsung melakukan penjemputan terhadap pengepulnya, dan diketahui jika mereka telah melakukan perdagangan benih ikan secara ilegal,” tambahnya.

Kombes Pol Argo Yuwono menambahkan lebih lanjut, keduanya selain tidak memiliki surat ijin usaha perusahaan (SIUP) juga telah melanggar ketentuan tentang pembudidayaan. “Sesuai aturan, penangkapan maupun pembudidayaan, harus sesuai ukuran yang telah diatur,” paparnya.

Sementara itu, sebanyak 1.800 benih lobster mati yang diduga kekurangan oksigen karena terlalu lama berada di Mako Polair. “Kami selamatkan benih yang masih hidup tadi langsung dikirim ke tempat penangkaran,” papar salah satu petugas Polair Polda Jatim yang tak mau disebut identitasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 92 UU RI no 31 tahun 2004 tentang perikanan dan diancam hukuman paling lama 8 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.@rofik