Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    

Vokalis Aerosmith semprot Donald Trump 

LENSAINDONESIA.COM: Bakal calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tak berhenti membuat sensasi. Yang terbaru, rock band Aerosmith dibuat murka lantaran pengusaha ternama itu mencomot lagu hits “Dream On” tanpa izin.

Vokalis Aerosmith, Steven Tyler meminta agar Trump berhenti menggunakan lagu “Dream On” dalam kampanyenya. Hal itu terungkap dalam surat yang dikirim pada Sabtu lalu, kata Associated Press.

“Trump tidak memiliki izin dari klien kami untuk emnggunakan lagu Dream On, atau musik apapun milik Tyler. Dan itu memberikan kesan bahwa klien kami berhubungan atau mendukung pencalonan Trump,” kata DIna LaPolt, pengacara Tyler.

Dia menekankan ini merupakan masalah hak cipta, tak berkaitan dengan isu politik maupun ada masalah personal dengan Trump.

Tim Kampanye Trump tidak memberikan respon apapun saat dimintai konfirmasi oleh CNN. Namun masalah ini sudah diselesaikan Senin pagi waktu setempat.

“Semua sudah selesai,” kata Trump sesaat sebelum berpidato di konferensi di New Hampshire, tanpa memberikan detail.

Bulan lalu, vokalis R.E.M Michael Stipe juga memprotes Trump karena memutar lagu “It’s the End of the World asl We Know It (And I Feel Fine)” dalam reli kampanyenya.

Pada juli lalu, Trump juga disemprot penyanyi rocker, Neil Young dan memintanya berhenti memutar “Rockin’ in The Free World” dalam kampanyenya.

“Donald Trumpt tak punya otoritas untuk menggunakan ‘Rockin’ In The Free World’ untuk pengumuman maju di kampanye presiden,” kata perusahaan manajemen Young.

“Neil Young, warga Kanada adalah pendukung Bernie Sanders sebagai Presiden Amerika Serikat.” @sit/cnn