Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Proses pembebasan lahan untuk pembangunan lapangan terbang di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur masih terus dilakukan.

Saat ini, pembebasan lahan seluas 10 hektare di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa tersebut masih menunggu taksiran harga dari tim independen.

“Kami melibatkan pihak ketiga dan independen untuk menaksir harga lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan lapter di Kangean. Saat ini, kami masih menunggu hasil taksiran harga dari tim tersebut,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Moh Fadillah di Sumenep, Jumat (16/10/2015).

Menurut Fadillah, hasil taksiran harga dari tim independen itu akan dijadikan pedoman bagi pemerintah daerah untuk menentukan harga pembelian lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan lapter di Kangean.

“Setelah taksiran harga itu keluar, tentunya akan ada musyawarah antara kami di pemerintah daerah dengan pemilik maupun pengelola lahan untuk menentukan harganya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak akan berani menentukan harga lahan tersebut sebelum ada taksiran harga dari tim independen.

“Mekanismenya memang seperti itu. Namun, pada prinsipnya, pemerintah daerah sudah dalam posisi siap membebaskan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan lapter di Kangean,” ujarnya.

Fadillah juga mengemukakan untuk membebaskan lahan sekitar 10 hektare di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa yang akan dibangun menjadi lapter di Kangean pihaknya akan mengalokasikan anggaran dari APBD.

“APBD Sumenep 2015 mengalokasikan dana sekitar Rp1,1 miliar untuk membebaskan lahan tersebut. Selain pembebasan lahan, APBD juga menganggarkan dana untuk pemagaran lahan,” katanya.

Pembangunan lapter di Pulau Kangean, tepatnya di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, itu akan difungsikan sebagai bandara (jalur penerbangan) perintis.@LI-13/ant