Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Bisnis

Terminal Teluk Lamong bentuk efisiensi biaya logistik Pelindo III 

LENSAINDONESIA.COM: PT Pelindo III (Persero) berupaya menekan biaya logistik nasional diwujudkan dengan pembangunan Terminal Teluk Lamong sebagai anak perusahaan berkonsep terminal semi-otomatis dan ramah lingkungan.

“Terminal Teluk Lamong dilengkapi peralatan modern semi-otomatis sehingga menjanjikan keamanan, kecepatan serta ketepatan waktu bagi pengguna jasa. Kapal-kapal internasional bermuatan besar mampu sandar di Terminal Teluk Lamong sebab kedalaman dermaganya mencapai -14 meter LWS. Revitalisasi di Alur Pelayaran Barat Surabaya juga dilakukan, dengan lebar alur menjadi 150 meter, kedalaman menjadi 13 mLWS di tahap pertama, kapal tujuan Indonesia tak perlu singgah ke Singapura,” ujar Edi Priyanto, Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dalam keterangan pers yang diterima Lensaindonesia.com, Jumat (16/10/2015).

Edi menambahkan, Kemampuan bongkar muat Ship to Shore (STS) di dermaga Terminal Teluk Lamong dapat mengangkat 35 container/ jam dari dan menuju kapal. Automated Stacking Crane (ASC) merupakan alat baru dipakai 4 terminal di dunia dan Terminal Teluk Lamong sebagai terminal pertama di Asia yang menggunakan alat beroperator wanita tersebut. ASC mampu melakukan penataan container di lapangan penumpukan (CY) secara otomatis dengan pengoperasian lewat ruang kontrol sehingga keamanan dan ketepatan operasional terjamin.

Paska diresmikan Presiden RI, Jokowi 22 Mei 2015 lalu, lanjut Edi, tercatat lebih dari 14 pelayaran domestik maupun internasional, telah menggelar pelayanan dan proses bongkar muat di terminal serba canggih tersebut. Konsumen dapat menikmati efisiensi waktu dan biaya dengan melakukan pelayanan di Terminal Teluk Lamong dan terbukti kapal internasional asal Tiongkok, Hongkong, dan Korea bisa langsung kirim barang ke Indonesia lewat Terminal Teluk Lamong tersebut.

” Negara Asia lainnya, Hongkong, melakukan hal sama untuk melakukan pengiriman barang dari dan menuju Indonesia tanpa melewati Singapura melalui Terminal Teluk Lamong. Wellington Strait, William Strait dan Mell Salomon singgah secara bergantian setiap minggunya dan melakukan pelayanan bongkar muat di terminal semi – otomatis tersebut. Hongkong – Shanghai – Surabaya – Darwin merupakan rute yang dilewati oleh kapal – kapal tersebut,” pungkas Edi.@Eld

Baca Juga:  JAPFA Comfeed ekspor 40 ton pakan ternak ke Timor Leste