LENSAINDONESIA.COM: Ditolaknya gugatan praperadilan terhadap Kapolrestabes Surabaya oleh Pengadilan Negeri Surabaya pada Senin (12/10/2015) lalu, membuat Advokat Yudi Wibowo Sukinto bakal segera diproses secara hukum.

Advokat bergelar Doktor tersebut sebelumnya mengajukan gugatan praperadilan Kapolrestabes Surabaya, karena ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik, fitnah dan pencemaran nama baik oleh Penyidik.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete saat dikonfirmasi melalui Ponselnya menegaskan, penyidik telah bekerja sesuai koridor hukum atas laporan saksi dalam penetapan tersangka. Namun yang bersangkutan mengajukan gugatan ke pengadilan dan ditolak hakim. “Kami menghormati proses hukum dan gugatannya terhadap kami. Namun karena proses gugatan tersebut ditolak, maka dalam waktu dekat kami akan memprosesnya lebih lanjut,” tambahnya

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, masalah ini bermula dari kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan saul Krisdiono terhadap siswa SMP GIKI, Firdaus Amyrulloh. Guru SMP GIKI berbalik mengadukan Yudi Wibowo Sukinto, kuasa hukum korban ke Dewan Kehormatan (DK) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jatim karena merasa dicemarkan nama baiknya.

Haryono, kepala SMP GIKI yang mendampingi Saul, menjelaskan semua berawal dari surat yang dikirimkan Yudi Wibowo kepada Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya di Jl Jagir Wonokromo, tertanggal 10 Oktober 2013.

Di surat tersebut disebutkan, bahwa terdakwa Saul Krisdiono memukul Firdaus seperti menghajar maling. ”Padahal Saul berusaha melerai pertengkaran fisik antara Firdaus dengan salah satu siswa SMP GIKI,” kata Haryanto.

Yudi Wibowo Sukinto juga menyebut Saul Krisdiono sebagai preman yang pernah dihukum selama dua tahun. Haryanto dan Saul menyayangkan pernyataan Yudi karena dia adalah seorang advokat. ”Pernyataannya langsung menuduh tanpa kata-kata ’diduga’. Padahal si Yudi ini adalah seorang advokat,” tandasnya.

Yang bikin Saul Krisdiono merasa dicemarkan, surat tersebut juga ditembuskan ke Walikota Surabaya, DPRD Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan sebuah media televisi. ”Ini apa urusannya dengan media televisi kok surat itu ditembuskan ke sana,” ujar Haryanto geram.

Terkait proses di DK Peradi, Haryanto mengatakan sidang sudah berjalan tiga kali. Kemarin ia hadir sebagai saksi. Selain ke DK Peradi, Yudi Wibowo Sukinto juga sudah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya 28 Mei 2014 lalu dengan tudingan pencemaran nama baik. ”Tapi sampai sekarang digantung Polrestabes,” ujarnya.

Sekedar diketahui, Saul Krisdiono jadi pesakitan setelah dilaporkan oleh keluarga Firdaus atas dugaan tindakan penganiayaan. Itu dilakukan ketika Saul melerai perkelahian siswa kelas VII A SMP Giki yang terlibat pertengkaran. Oleh JPU, Saul didakwa melanggar Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan anak dengan ancaman pidana maksimal 3,5 tahun penjara serta denda Rp 72 juta.@rofik