LENSAINDONESIA.COM: DPRD Provinsi Jawa Timur resmi mencopot jabatan dua anggotanya, yakni Sugiri Sancoko dari Fraksi Partai Demokrat dan Kartika Hidayati dari Fraksi PKB. Hal ini dilakukan setelah turunnya SK dari Menteri Dalam Negeri yang menyatakan menyetujui surat pengunduran diri keduanya karena menjadi calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2015 mendatang.

Untuk itu digelar pula Pengganti Antar Waktu (PAW) mengangkat anggota baru yang menggantikan keduanya dengan dilantik langsung Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar. Sugiri Sancoko digantikan Ninik Sulistyaningsih dan posisi Kartika Hidayati diisi Suparta yang disahkan lewat Rapat Paripurna Istimewa Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan PAW Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur 2014-2019 di Gedung DPRD Jatim, Jumat (30/10/2015) siang.

Selanjutnya, Ninik Sulistyaningsih dan Suparta resmi menjabat sebagai Anggota DPRD Jatim dan menempati komisi serta alat kelengkapan dewan yang sebelumnya diduduki oleh anggota sebelumnya. Ninik akan menjadi Anggota Komisi A, sedangkan Suparta menjadi Anggota Komisi B DPRD Jatim.

Diberitakan sebelumnya, kepatuhan anggota DPRD Jatim terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 patut dipertanyakan. Khususnya terkait anggota DPR/DPD/DPRD yang sudah ditetapkan menjadi calon kepala daerah, ternyata masih aktif dan menjalani rutinitas sebagai anggota dewan.

Di DPRD Jatim, ada dua anggota dewan yang masih aktif meskipun telah ditetapkan sebagai calon kepala daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak 2015. Masing-masing adalah Kartika Hidayati (Fraksi PKB) yang ditetapkan sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Kabupaten Lamongan dan Sugiri Sancoko (Fraksi Partai Demokrat) yang ditetapkan sebagai Calon Kepala Daerah Kabupaten Ponorogo. Meski masih aktif, namun keduanya diketahui telah mengajukan surat pengunduran diri sekarang sedang diproses Mendagri.

Menanggapi hal ini Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar menjelaskan, usulan mundur kedua anggota DPRD Jatim yang maju dalam Pilkada Serentak sudah disampaikan ke pimpinan dewan.

Dua anggota dewan tersebut menyampaikan pengunduran dirinya, berbarengan dengan pernyataan maju ke kursi kepala daerah dan wakil kepala daerah. Achmad Iskandar melanjutkan, jika surat dari Mendagri sudah turun baru diserahkan ke KPU, Gubernur Jatim, dan DPRD Jatim.

Dari DPRD Jatim akan diteruskan ke fraksi bersangkutan. Setelah itu, keputusan PAW anggota dewan akan dilakukan dengan melantik pengganti keduanya yang telah diajukan partai masing-masing.@sarifa