LENSAINDONESIA.COM: DPRD Kabupaten Bojonegoro terus memantau proses tukar guling guling tanah kas desa (TKD) seluas 13,2 hektare milik Desa Gayam, Kecamatan Gayam yang akan di manfaatkan sebagai lapangan minyak Blok Cepu.

Agar peses berjalan lancar, Komisi A DPRD Bojonegoro, meminta pihak Desa Gayam mengkoordinasi dengan pemkab terkait kelengkapan persyaratan administrasi tukar guling.

“Kami minta desa berkoordinasi dengan Bagian Pemerintah Pemkab untuk mempercepat proses tukar guling TKD seluas 13,2 hektare,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro Anam Warsito, Senin (02/11/2015).

Menurut Anam Warsito, desa perlu berkoordinasi dengan Bagian Pemerintah Pemkab, karena dalam proses tukar guling TKD seluas 13,2 hektare itu ada 15 persyaratan yang harus dipenuhi.

“Kalau persyaratan administrasi proses tukar guling TKD sudah terpenuhi, maka proses pengajuan izin kepada Gubenur Jawa Timur atau Menteri Dalam Negeri, bisa dilakukan dengan cepat,” katanya, dalam dengar pendapat dengan SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), jajaran pemkab juga yang lainnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Kelompok Kerja Formalitas SKK Migas Didik Sasono Setiyadi, menegaskan SKK Migas belum bisa berbuat banyak, kalau persyaratan teknis terkait proses tukar guling TKD belum selesai.

“Kalau persyaratan teknis tugar guling TKD selesai, maka kami akan segera memprosesnya,” katanya, menegaskan.

“Development Manager” EMCL Whisnu Bahriansyah, menjelaskan EMCL terus memproses tukar guling TKD di Desa Gayam, dengan melengkapi berbagai persyaratan administrasi, termasuk melakukan uji kesuburan tanah pengganti ke Malang.

Kepala Desa Gayam, Kecamatan Gayam, winto dan Camat Gayam Hartono, menyatakan desa belum mengambil keputusan tanah yang dipilih dalam proses tukar guling TKD yang ditawarkan EMCL di tiga lokasi yang sudah ditentukan.

“Kami belum mengambil keputusan memilih lokasi tanah pengganti, sebab masih menunggu hasil uji kesuburan tanah pengganti, yang dilakukan exxonMobil Cepu Limited (EMCL) ke Malang,” jelas Winto.

Ia menyebutkan lokasi tanah pengganti untuk tukar guling TKD seluas 13,2 hektare yaitu dua lokasi masih sedesa dan satu lokasi di Desa Butoh, juga di Kecamatan Gayam.

“Kami meminta proses tukar guling TKD di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, bisa dilaksanakan secara terbuka,” ucap Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto, yang ikut dalam hearing (dengar pendapat).@LI-13