Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: 32 rumah semi permanen, 10 rumah serta sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter yang terjadi di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), semalam.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Alor, Marthen Daud, mengatakan kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Alor Timur karena memang lokasi gempanya berdekatan dengan bangunan rumah milik warga serta fasilitas umum lainnya.

Menurutnya, selain menyebabkan rusaknya puluhan rumah warga, gempa bumi juga mengakibatkan sejumlah bangunan umum dan tempat ibadah di Kecamatan Alor Timur mengalami kerusakan. “Gereja Betania dan Gereja Ebenheizer di Desa Maritaing, Kecamatan Alor Timur, rusak. Selain itu tiga bangunan sekolah, yakni SMK Negeri Maritaing, SMP Negeri Maritaing dan SD Negeri Maritaing juga dikabrakan rusak, sehingga ada kemungkinan ketiga sekolah tersebut belum bisa melakukan aktivitas belajar mengajar,” paparnya.

Daud menambahkan, gempa bumi yang terjadi pada koordinat 8.20 LS dan 124.94 BT atau sekitar 28 km timur laut Alor, dengan kedalaman 89 Km dari permukaan laut ini juga mengakibatkan beberapa jalan terputus.

Hingga Kamis (5/11/2015) pagi, belum ada laporan timbulnya korban jiwa akibat gempa bumi tersebut. @*/andiono