Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Parade Surabaya Juang akan meriahkan peringati Hari Pahlawan 

LENSAINDONESIA.COM: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya akan menggelar Parade Surabaya Juang untuk memperingati peristiwa pertempuran 10 November 1945 yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Kepala Disbudpar Kota Surabaya Wiwik Widayati mengatakan, Parade Surabaya Juang akan digelar pada hari Minggu (08/11/2015) pukul 14.00 WIB.

“Parade Surabaya Juang akan dimulai dari Tugu pahlawan, dan akan berakhir di Taman Surya,” katanya dalam jumpa pers di Kantor Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya, Jumat (06/11/2015).

Wiwik menjelasakan, pawai sepanjang 3,3 kilometer ini akan dimulai dengan teaktrikal perang di Viaduk Tugu Pahlawan, Alun–Alun Contong, perang heroisme tokoh Madun di Kawasan Siola, dan perang 10 november 1945 di depan Gedung Negara Grahadi, dan berakhir di Taman Surya.

Wiwiek menyebutkan, sedikitnya akan ada 26 partisipan dari berbagai instansi serta komunitas yang akan turut bergabung dalam pawai Parade Surabaya Juang ini.

Ia optimis, peringatan Hari Pahlawan ini akan menyedot perhatian masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Menurut Wiwiek guna menyelenggarakan acara ini, pihaknya akan menutup akses menuju Tugu Pahlawan-Jalan Gemblongan-Jalan Tunjungan-Jalan Gubernur Suryo-Jalan Yos Sudarso-Jalan Jaksa Agung Suprapto dan di Taman Surya selama 1 jam.

“Sebagaimana hasil rapat pengamanan, jalan-jalan yang menjadi rute parade akan ditutup satu jam sebelum pelaksanaan, tepatnya sekitar pukul satu siang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Surabaya Juang Herry Lentho menambahkan, dalam parade itu juga didukung oleh Komunitas Pecinta Sejarah Roodebrug Soerabaya yang akan mengisi menampilkan pertunjukan teatrikal.

Komunitas Roodebrug Soerabaya tersebut menyerahkan replika plakat prasasti perang alun-alun contong yang hilang akibat tangan jahil pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Nantinya akan ada penyerahan plakat prasasti perang alun-alun contong kepada Pj Walikota Surabaya. Serta bendera merah putih kepada tokoh Bung Tomo, dan dilanjut menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian pemberangkatan parade surabaya juang oleh Pj Walikota Surabaya,” jelasnya.

Baca Juga:  Mahasiswa Undip lahirkan “Robot Nusantara”, heboh di ajang “Penemuan Robot International” di Seoul

Acara yang rencananya diikuti sekitar 5000 peserta ini juga merupakan peringatan bahwa kemerdekaan Republik Indonesia bukan semata-mata pemberian dari Jepang. Namun, merupakan perjuangan dari arek-arek Suroboyo.

“Kami mendapat bantuan 10 kendaraan tempur dari Korem 084 Bhaskara Jaya, serta komunitas pecinta sejarah yang datang dari Kota Bandung juga membawa Tank Dino bekas penjajah yang telah direkondisi. Selain itu, akan ada iring-iringan laskar sepeda dan mobil kuno. Dan untuk membakar semangat para peserta pawai, akan diiringi musik dari pasukan drum band,” imbuh Herry.@wan