Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JAKARTA

ISIS ancam Indonesia, pengamanan Bandara Soekarno Hatta diperketat 

LENSAINDONESIA.COM: Keamanan Bandara Soekarno-Hatta diperketat setelah gerakan radikal ISIS menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang jadi target serangan mereka. Hal itu diutarakan Sekretaris PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi.

“Benar Kementerian Perhubungan sudah memanggil pihak Bandara Soekarno-Hatta untuk meningkatkan pengamanan pasca ancaman ISIS,” ujar Agus Hariadi, semalam.

Agus Hariadi menjelaskan, PT Angkasa Pura II juga sudah diminta bekerjasama dengan seluruh elemen TNI untuk pengamanan bandara, termasuk area parkir. Menurutnya, setiap terminal nantinya akan diamankan 100 anggota TNI dan dibantu total 2000 petugas keamanan bandara, termasuk petugas keamanan outsourching.

“Terminal 1 akan dijaga TNI Angkatan Darat, Terminal 2 TNI Angkatan Laut dan Terminal 3 TNI Angkatan Udara. Sekarang masih proses perijinan, mungkin Desember nanti baru personel yang ditugaskan akan turun. Sementara personel Brimob Polri dan unit K9 (anjing pelacak), akan diturunkan membantu proses pengamanan,” terangnya panjang lebar.

Selain memperbanyak personel keamanan, PT Angkasa Pura II juga mewaspadai beberapa hal untuk mengantisipasi aksi terorisme. “Kami sudah diminta untuk memantau secara khusus koper atau tas besar yang ditinggal dalam jangka waktu cukup lama oleh pemiliknya. Karena di lokasi lain, banyak aksi terorisme yang dilakukan dengan cara seperti itu,” tambahnya.

Nantinya, bila ada koper yang ditinggal lebih dari 10 menit, petugas Bandara Soekarno-Hatta yang ada di area wajib mengamankan koper atau barang yang ditinggal itu. “Akan diamankan terlebih dahulu oleh Officer in Duty, karena belum tentu yang meninggalkan koper itu orang yang hendak melakukan terorisme. Tapi jika benar, baru aparat bertindak,” imbuhnya.

Selain itu, petugas keamanan Bandara Soekarno-Hatta juga fokus mengawasi dengan ketat kendaraan. “Pemeriksaan kendaraan akan diperketat terutama yang bisa disalahgunakan untuk aksi terorisme seperti minibus dan mobil dengan bak terbuka serta pick up,” pungkasnya. @andiono

Baca Juga:  PDIP Jatim gelar fit and proper test 126 calon kepala daerah