Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Aneh! Pengangguran dan sopir sumbang cawali Surabaya duit puluhan juta 

LENSAINDONESIA.COM: Tim Pemenangan pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Surabaya nomoe urut 1, Rasiyo-Lucy Kurniasari (SeRaSi) mendesak Panwaslu Surbaya mengungkap nama pasangan calon (Paslon) yang telah menerima sumbangan kampanye dari seseorang yang dicurigai hanya dimanfaatkan namanya.

“Panwaslu harus membuka ke publik siapa pasangan calon tersebut yang menerima sumbangan tidak jelas itu. Yang pasti semua penyumbang pasangan kita tidak ada fitkif semuanya jelas profilnya,” kata Ketua Tim Pemenangan Rasiyo-Lucy Agung Nugroho di Surabaya, Kamis (26/11/2015).

Sebagaimana diketahui, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya mencurigai sumbangan kepada salah satu pasangan Calon Walikota Surabaya dari sejumlah warga yang juga simpatisan.

Penyumbang pertama bernama Triyarso, seorang tanpa pekerjaan (pengangguran) yang memberikan cuma-cuma dana sumbangan sebesar Rp 50 juta. Ia beralamat di Jalan Simomagerejo XI No 17 Surabaya, bisa dibilang rumahnya sederhana dan dalam proses renovasi.

Selain Triyarso, Bawaslu juga menemukan seorang sopir pribadi yang beralamat di kampung nelayan pantai Kenjeran bernama Taufiqurahman juga memberikan sumbangan Rp 50 juta terhadap salah satu pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Surabaya.

Sedangkan untuk dana kampanye pasangan Rasiyo-Lucy, Agung menegaskan, bahwa dana kampanye langsung disumbang oleh pasangan calon sendiri dari uang pribadinya masing-masing. “Dana itu bisa dipertanggungjawabkan ada kuitansi yang kita terima juga. Jadi, tidak ada nama nama yang tercantum dalam berita itu,” tegas dia.

Karena itu, pihaknya meminta agar Panwaslu Surabaya segera mengungkap siapa nama pasangan calon yang menerima sumbangan dari orang yang dicurigai itu. Menurutnya, hal ini penting dilakukan agar publik tahu.

“Kalau Panwaslu tidak mau mengungkap siapa pasangan calon itu jelas sangat dipertanyakan. Kenapa harus ditutupi-tutupi, ada apa ini? Sementara pasangan Pilkada Surabaya hanya dua,” tegas mantan Komisioner KPU Jatim ini.@sarifah