LENSAINDONESIA.COM: Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) mendukung upaya DPD Lembaga Pengawas Anggaran Indonesia (LPAI) Jawa Timur melaporkan dugaan

penyalahgunaan wewenang dan keuangan kerjasama pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Umum AMAK Jatim, Ponang Adji Handoko mengatakan, proyek kerjasama pengelolaan sampah sistem Build Operate Transfer (BOT) antara Pemerintah Kota

Surabaya dengan PT Sumber Organik (SO) sejak tahun 2011 menjadi telah menjadi sorotan media dan LSM karena terindikasi sarat permasalahan, salah satunya

adalah pembayaran tipping fee dari APBD Surabaya sejak tahun 2012 sama belum diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).

“Kami mengapresiasi langkah kawan-kawan LPAI melaporkan masalah TPA Benowo ke KPK. Kasus itu sudah sering ditulis media sejak tahun 2011 lalu, tapi belum

pernah tersentuh penyelidikan aparat penegak hukum,” katanya kepada LICOM di Surabaya, Jumat (14/11/2015).

Ponang meminta, semua pihak tidak mengkait-kaitkan laporan LPAI tersebut dengan politik Pilkada Kota Surabaya.

“Sayangnya laporan kawan-kawan LPAI dituduh sebagai black campaign terhadap salah satu pasangan calon walikota. Ya itulah kalau segala sesuatu ditarik-tarik ke politik,” ujarnya.

Menurut Ponang, laporan yang disodorkan LPAI ke KPK adalah dugaan korupsi pengelolaan sampah di TPA Benowo, bukan salah satu pasangan calon kepala daerah.

Justru, lanjut Ponang, bila pihak yang menganggap hal itu adalah black campign, maka bisa diduga salah satu pihak memiliki keterkaitan dengan kasus yang diadukan ke KPK itu.

“Beberapa hari lalu saya juga baca berita di salah satu media online ada seorang pengamat politik Surabaya mengatakan laporan LPAI ke KPK bermuatan politik yang mengarah pada pasangan calon tertentu karena laporan mendekati pemilihan walikota dan wakil walikota Surabaya. Kira-kira begitu maksud statementnya. Aneh juga rasanya pengamat mengatakan begitu. Menurut saya pernyataan pengamat justru malah melegitimasi bahwa memang benar-benar ada salah satu pasangan calon yang diduga terlibat dalam kasus itu. Pasangan calonya saja nggak merasa jadi korban black campaign kok,” pungkas Ponang tanpa menyebut nama pasangan calon dan pengamat yang ia maksud.@LI-13