LENSAINDONESIA.COM: Asosiasi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menggelar rapat komite eksekutif (Exco) di Zurich, Swiss, 2-3 Desember 2015. Salah satu agendanya membahas kasus sejumlah anggota, termasuk mengenai masa depan PSSI dan sepakbola Indonesia yang menjalani sanksi pembekuan akibat adanya intervensi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Dalam rapat itu langsung disepakati rekomendasi yang dihasilkan Delegasi Bersama FIFA/AFC saat berkunjung ke Jakarta, awal November lalu.

Dalam rilis yang dimuat FIFA, Kamis 3 Desember 2015 malam, FIFA memutuskan mendukung rekomendasi membentuk komite reformasi ad-hoc untuk Asosiasi Sepakbola Indonesia (PSSI), dimana pemerintah Indonesia harus berpartisipasi.

“Endorse the recommendation to establish an ad-hoc reform committee for the Football Association of Indonesia (PSSI), in which the Indonesian government should participate,” bunyi rilis FIFA.

Itu berarti, Exco FIFA tidak menyetujui keinginan Pemerintah Indonesia membentuk Tim Kecil yang diakui agar bisa berkomunikasi langsung, tanpa melibatkan PSSI sebagai anggota FIFA yang sah.

Sebelumnya joint delegation FIFA telah melihat langsung permasalahan yang dialami Indonesia. Delegasi yang dipimpin anggota Komite Eksekutif FIFA, Kohzo Tashima itu bertemu sejumlah stakeholder sepakbola dalam negeri dan Presiden Joko Widodo.

Usai pertemuan FIFA merekomendasikan pembentukan Komite Ad Hoc reformasi sepakbola Indonesia. Komite ini diisi perwakilan dari PSSI, pemerintah, pemain, wasit, PT Liga Indonesia, hingga wartawan. Harapannya, Tim Sementara ini bisa mengurai permasalahan yang melanda sepakbola Indonesia dan mencari solusi sesuai statuta FIFA.

Rapat Exco FIFA ini memang menjadi harapan Indonesia untuk segera mengakhiri sanksi pembekuan. Itu karena dalam rapat ini akan diputuskan apakah sebuah kasus yang menimpa anggotanya akan dibahas di Kongres atau tidak. Bila diserahkan ke kongres maka pencabutan sanksi hanya bisa dilakukan melalui agenda kongres saja. Namun bila tidak, pencabutan bisa dilakukan kapan pun.

Perlu diketahui, Indonesia telah dijatuhi sanksi pembekuan FIFA FIFA sejak 30 April 2015 akibat adanya intervensi yang dilakukan Kemenpora @*/bn