LENSAINDONESIA.COM: Penanganan Polrestabes Surabaya terhadap tersangka pengemudi Lamborghini maut Wiyang Lautner (24) warga Pondok Dharmawangsa Regency 2/20, dinilai cukup istimewa.

Menyikapi hal itu, sebelas orang yang mengaku sebagai perwakilan warga Surabaya dengan dimotori pengacara M Soleh dan Ita, mendatangi ke Mapolrestabes Surabaya, Jumat (4/12/2015) siang. “Tujuan kami mempertanyakan keseriusan polisi menangani kasus pengemudi Lamborghini yang telah menewaskan satu orang dan dua lainnya luka parah,” terang M Soleh.

Selain meminta Polrestabes Surabaya bertindak profesional dalam menangani kasus kecelakaan maut Lamborghini dengan pengemudi Wiyang Lautner yang sampai saat ini belum ditahan, perwakilan warga Surabaya ini juga mengumpulkan uang koin sebagai bentuk sindiran atas kinerja polisi dalam mengusut kasus tersebut.

Uang recehan tersebut langsung diberikan kepada Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Lily Djafar. Namun perwira yang akrab dengan wartawan ini menolak. Meskipun berkali-kali dibujuk AKP Lily Djafar bersikukuh tak mau menerima.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete yang kebetulan melintas di lokasi akhirnya jadi `target` berikutnya. Uang koin itu diserahkan ke AKBP Takdir. Awalnya AKBP Takdir enggan menerima pemberian uang koin tersebut, namun setelah dijelaskan maksud dari perwakilan warga Surabaya itu, akhirnya perwira ini luluh

“Kalau Wiyang Lautner (sopir Lamborghini) tidak kembali ke tahanan, kami akan tambah uang koin tersebut. Tapi kalau Wiyang kesini dan ditahan maka kami tidak akan minta lagi,” papar M Soleh. @rofik