Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Pemuda Pancasila Surabaya siagakan 5.000 Satgas Anti Money Politic 

LENSAINDONESIA.COM: Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Surabaya melantik 5.000 Satuan Tugas (Satgas) Anti Money Politic (politik uang) untuk mengawal jalannya Pilkada Kota Surabaya yang digelar 9 Desember 2015 mendatang.

Pelantikan ini tim yang terdiri ari ratusan Komando Inti Mahatidana Pemuda Pancasila dan Pengurus MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya ini dilakukan di Kantor MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur Jl Jaksa Agung Suprapto, Surabaya, Kamis (03/12/2015).

Sekretaris Umum MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Andi Baso Suherman mengatakan, pembentukan Satgas ini dilakukan mengingkat adanya indikasi permainan uang jelang pilkada di Kota Pahlawan ini.

Antisipasi kerawanan politik uang ini, lanjut Baso, sangat perlu dilakukan mengingat pada Pemilu Presiden lalu juga ditemukan kecurangan berupa jual beli undangan bentuk form bentuk B1 di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Andi Baso mengatakan, saat ini terdapat tujuh kecamatan terindikasi rawan terjadinya money politic. Ketujuh kecamatan itu yakni, Sawahan, Tambaksari, Semampir, Gubeng, Kenjeran, Bubutan, serta Kecamatan Wonokromo.

“Kenapa ketujuh kecamatan ini menjadi sorotan Satgas kami, karena jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap, red) sangat banyak. Secara teknis satgas tidak beda jauh dengan Pemilu sebelumnya, mulai dari Pilpres, Pilgub, serta Pilwali. Beberapa TPS sering melakukan kecurangan jual beli undangan ke TPS dalam bentuk form B1,” katanya seusai pembagian rompi satga secara simbolik.

Menurut Baso, jumlah penduduk Surabaya yang cukup banyak, kemungkinan terjadinya politik uang juga sangat terbuka lebar. Itu berdasarkan pengalaman pesta demokrasi yang berlangsung beberapa kali sebelumnya.

Andi Baso mengimbau kepada seluruh kader pimpinan anak cabang sampai ke pimpinan ranting Pemuda Pancasila untuk turut mengawasi segala pergerakan yang berpotensi terjadinya politik uang. Tidak hanya itu, pihaknya juga menyediakan hadiah Rp 10 juta bagi anggotanya yang berhasil menangkap tangan pelaku money politic.

“Jika menemukan kita akan tangkap dan serahkan kepada polisi agar ditindak sesuai hukum. Secara umum kita selalu berkoordinasi ke Polrestabes,” tegasnya.

Nantinya untuk setiap TPS akan dijaga satu satgas Anti Money Politic. Baik itu yang memakai seragam resmi atau berpakaian biasa.

“Politik uang biasanya terjadi dua atau tiga hari jelang pencoblosan. Pada saat rehat siang hari, juga rawan terjadi kecurangan yang dilakukan petugas di TPS. Mahar-mahar politik itu juga termasuk money politic. Kita semua sudah tahu penetapan paslon di Surabaya sangat penuh dramatical yang sangat hebat,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Surabaya, Haries Purwoko menambahkan, 5.000 Satgas tersebut itu nantinya akan disebar ke 3.936 TPS yang ada di Kota Surabaya untuk mengawal proses pemungutan hingga penghitungan suara.

“Kita telah berkomitmen untuk menciptakan Pilkada Surabaya yang bersih dan jujur. Makanya saya sangat mengapresiasi para kader yang mau ikut,” ujar Haries.

Disinggung apakah pembentukan satgas ini memiliki afiliasi dengan salah satu pasangan calon, dengan tegas Haries membantahnya. Menurutnya, pembentukan satgas murni untuk mensukseskan pilkada 2015. Dirinya menegaskan, satgas ini bersifat independen dan tidak memihak ke salah satu pasangan calon (paslon).

“Kita akan awasi siapa yang memberi uang dan siapa yang menerimanya. Satgas Anti Money Politic ini independen dan tidak memihak ke salah satu paslon,” pungkasnya.

Ketua OKK MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Surin Wilangon juga mengimbau kepada seluruh kader pimpinan anak cabang sampai ke pimpinan ranting PP agar siap sigap mengawasi segala pergerakan yang berpotensi adanya money politic.

“Jika menemukan pelaku pemberi dan penerima politik uang tangkap dan serahkan ke polisi untuk di tindak sesuai hukum pidana yang berlaku. Pemuda Pancasila hanya satu komando, sesuai arahan Ketua,” tambahnya.

Koordinator Satgas Anti Money Politic Noerdin L Top mengindikasikan bahwa paslon inkumben ditengarai akan menggunakan cara singkat untuk menang di Pilkada 9 Desember besok. “Secara massif dan terstruktur menggunakan aparatur pemerintah Kota Surabaya,” jelasnya.@wan