LENSAINDONESIA.COM: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bakal membuka tiga fakultas baru. Langkah ini diambil lantaran lima fakultas dengan 27 jurusan masih belum bisa menampung minat calon mahasiswa.

Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana ITS, Ir Heppy Kristijanto MS mengungkapkan, terdapat tiga fakultas yang telah direncanakan untuk dibentuk, yakni Fakultas Desain dan Industri Kreatif (FDIK), Fakultas Teknologi dan Sains Terapan (FTST), dan Fakultas Teknologi dan Ilmu Kebumian (FTIK).

Menurut Heppy, saat ini FDIK telah diakui secara de jure oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Namun secara de facto, ITS belum merealisasikan hal ini,” tukasnya, Kamis (10/12/2015).

Dari pengakuan secara de jure tersebut, lanjut dosen Teknik Sipil ini, FDIK rencananya diisi oleh jurusan Desain Produk Industri dan Desain Interior. Sedangkan Desain Komunikasi Visual (DKV) masih digolongkan dalam lingkup jurusan Desain Produk.

Heppy mengatakan, keterlambatan pembentukan fakultas ini dikarenakan ITS sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) akan melakukan restrukturisasi secara holistik.

Ditambah lagi, saat ini ITS masih menunggu terbentuknya struktur Organisasi dan Tata Kelola (OTK) yang baru. Pembentukan OTK ini pun harus menunggu keputusan Majelis Wali Amanah (MWA).

“Setelah OTK terbentuk, ITS akan segera realisasikan tiga fakultas baru ini,” jelasnya. 

Meski FDIK tinggal menunggu realisasi, menurut pria asal Magetan ini, ITS masih memiliki dua tugas besar yaitu, pembentukan FTIK dan FTST. Pasalnya, pembentukan kedua fakultas ini telah mendapat persetujuan dari senat.

“Rencananya FTIK akan diisi jurusan yang berhubungan dengan kebumian seperti Jurusan Teknik Geomatika dan Jurusan Teknik Geofisika, sedangkan FTST akan menjadi wadah program vokasi,” terang Heppy lagi. 

Meski demikian, program vokasi FTST tidak hanya terbatas pada jurusan diploma III maupun diploma IV. Hal ini karena Teknik Sipil ITS telah memiliki Magister Terapan Teknik Sipil.

“Jurusan ini adalah program vokasi teknik sipil setingkat master. Bahkan jika memungkinkan, ke depannya kita juga akan membuka program doktoral untuk vokasi,” pungkasnya.