Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Polisi Australia menangkap pemuda 20 tahun dan seorang bocah laki-laki 15 tahun dalam kasus dugaan merencanakan aksi terorisme. Mereka ditahan, Kamis (10/12/2015) pagi waktu setempat dalam sebuah penyergapan di Sydney. Identitas kedua pelaku hingga saat ini masih belum diungkap.

Dalam keterangan pers, Polisi Australia menuturkan rencana kedua pemuda itu dalam aksi terorisme untuk menyerang gedung-gedung pemerintah termasuk Markas Besar Kepolisian Federal Australia di Sydney, juga penyerangan terhadap warga sipil secara membabi-buta.

Deputi Komisioner Keamanan Nasional Polisi Federal Australia, Michael Phelan, mengatakan temuan dari dua tersangka yang ditangkap bukanlah sebuah rencana baru. Salah satu diantaranya disebut berhubungan dengan operasi tahun lalu ketika bukti terkait target penyerangan terhadap gedung pemerintahan pertama kali ditemukan.

“Desember tahun lalu, terdapat sejumlah dokumen yang kami temukan di Sydney membenarkan aksi terorisme itu. Bukti itu berisi rencana teror dan terdapat pula nama gedung-gedung yang menjadi incaran,” terangnya seperti dikutip Channel News Asia.

Selain penangkapan terhadap kedua pemuda itu, terdapat tiga pria lainnya yang saat ini mendapat penjagaan ketat Polisi Australia terkait aksi terorisme serupa. “Penahanan pada Kamis ini adalah hasil dari bukti yang didapat selama operasi kami di Desember 2014 (tahun lalu,” pungkasnya. @*/andiono