Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
DKI

Nikita Mirzani dan Puty bisa dijerat Perda DKI Jakarta Nomor 8/2007 

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menegaskan Bareskrim Mabes Polri bisa menjerat model Nikita Marzani dan finalis Miss Indonesia 2004 Puty Revita secara pidana karena menjajakan diri melalui jaringan prostitusi artis.

Menurutnya, kedua wanita cantik yang diciduk dalam kasus prostitusi artis itu bisa dijerat menggunakan Perda DKI Jakarta Nomor 8/2007 tentang Ketertiban Umum. Perda itu bisa menjerat jaringan prostitusi baik penyedia jasa maupun pelakunya. “Kepolisian sebenarnya bisa gunakan regulasi Perda DKI Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum karena kasusnya di DKI Jakarta,” seru Mensos Khofifah, Senin (14/12/2015).

Mensos Khofifah menjelaskan, dalam Perda DKI Jakarta Nomor 8/2007, khususnya pasal 42 ayat 2 secara detil mengatur tentang hal itu, dimana baik penyedia jasa prostitusi maupun perantaranya bisa terkena pidana.

Pasal 42 ayat 2 berbunyi, setiap orang dilarang: a. menyuruh, memfasilitasi, membujuk, memaksa orang lain untuk menjadi penjaja seks komersial; b. menjadi penjaja seks komersial; c. memakai jasa penjaja seks komersial.

Ancaman dari pelanggaran Perda DKI Jakarta Nomor 8/2007 ini adalah pidana kurungan paling singkat 20 hari dan paling lama 90 hari atau denda paling sedikit Rp 500 ribu dan paling banyak Rp30 juta (Pasal 61 ayat 2 Perda DKI 8/2007). “Jadi sebetulnya kalau kita mau melakukan ekspansi regulasi yang ada, sebetulnya bisa digunakan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, jadi semua akan kena sanksi,” tandas Mensos Khofifah.

Perlu diketahui, saat ini Bareskrim Mabes Polri sudah menetapkan O dan F sebagai tersangka sementara Nikita Mirzani dan Puty Revita sebagai korban. Penetapan sebagai korban tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sebelumnya, kedua artis cantik Nikita Mirzani dan Puty Revita diciduk Bareskrim Mabes Polri di Hotel Kempenski, Jakarta Pusat, dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan prostitusi artis. @andiono

Baca Juga:  Kerja bakti di GBT, Eri Cahyadi jelaskan rencana renovasi Stadion