LENSAINDONESIA.COM: Polres Madiun berhasil membekuk 7 anggota sindikat copet asal Jawa Tengah, yang selalu beraksi di tengah acara pengajian.

Tujuh spesialis copet pengajian ini berhasil terlacak dan diringkus petugas Polres Madiun setelah beraksi dalam pengajian umum Habib Syech Assegaf di alun-alun Mejayan beberapa waktu lalu.

Masing-masing Jafar Sodiq (43) beserta istrinya Jumiyem, asal Candisari-Semarang, Sunoto (49) asal Karang Tengah-Demak, Sutrisno (36), Ngadi (36) asal Kalikajar-Wonosobo, Budianto (34) asal Mojotengah-Wonosobo dan Kasmini (56) asal Pendurungan-Semarang.

Selain menangkap 7 spesialis copet pengajian, Petugas Reskrim Polres Madiun yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Gatot Setya Budi juga menyita sejumlah barang bukti. Yakni 11 Handphone, uang 850 ribu, 1 dompet serta 1 unit mobil rental Toyota Avanza yang digunakan pelaku mengikuti pengajian Syech Assegaf.

“Saat ada pengajian, para anggota spesialis copet pengajian ini membaur dengan jamaah lainnya. Namun petugas yang sudah mengantisipasi juga ikut membaur sehingga secara diam-diam berhasil mengamati ulah sejumlah orang yang melakukan copet. Setelah dikuntit para pelaku copet ini ternyata ada satu tim dan berangkat dari SEmarang dengan mobil rental,” terang Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Gatot Setya Budi kepada Lensa Indonesia, Kamis (17/12/2015).

Tanpa kesulitan petugas Reskrim Polres Madiun langsung mencegat dan mengamankan satu persatu tersangka spesialis copet pengajian ini dan menggelandangnya ke Mapolres.

Dalam pemriksaan, para pelaku mengaku mereka memang beraksi secara berkelompok. Namun hasil kejahatan masing-masing adalah milik pribadi. “Hasil copetan dapat apa, ya digunakan sendiri. Cuma berangkat dan pulangnya saja yang berkelompok,” jelas salah satu pelaku copet, Jafar Sidiq di Polres Madiun.

Guna pengembangan penyidikan 7 spesialis copet pengajian ini akan diperiksa secara intensif dan kini dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. @dhimaz_adi