Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Khofifah: Pengedar Narkoba incar Balita sebagai konsumen
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa sat dipotret Media Indonesia di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (24/11)MI/ANGGA YUNIAR
CANTIKA

Khofifah: Pengedar Narkoba incar Balita sebagai konsumen 

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut tren pengedar Narkoba saat ini terus berubah dan makin membahayakan dengan menyasar anak usia lima tahun alias Balita sebagai konsumen target peredaran.

“Tingginya tingkat kriminalitas membuat tren pengedar Narkoba mulai mengincar anak-anak usia Balita,” kata Mensos di Surabaya, Minggu (10/1/2016).

Modus yang digunakan para pengedar Narkoba adalah mendekati anak-anak dan memberikan obat terlarang tersebut secara gratis. “Pertama diberi gratis hingga tiga kali. Setelah anak-anak mulai ketagihan mulai diajarkan untuk mengambil barang orang lain alias mencuri untuk bisa menikmati obat-obatan terlarang yang biasanya dikemas seperi permen,” kata Khofifah Indar Parawansa.

“Karena itu, orang tua harus mengawasi pergaulan anak dan mengetahui perkembangan narkotika serta ciri-ciri orang yang kecanduan,” sambung Menteri Sosial ini.

Menurut Khofifah Indar Parawansa, saat ini pemerintah sangat serius menangani masalah peredaran gelap narkotika. Bahkan sejak tahun 2015 lalu menargetkan merehabilitasi 100.000 korban penyalahgunaan narkotika.

Rehabilitasi sosial dilakukan Kementerian Sosial melalui 118 Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang tahun ini akan ditambah empat sehingga total IPWL yang terakreditasi sebanyak 122.

“Selain Kemensos, rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika juga dilakukan Kementerian Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional,” pungkas Khofifah Indar Parawansa. @andiono

Baca Juga:  Jadilah buzzer penyebar informasi positif untuk perdamaian