LENSAINDONESIA.COM: Kasus pencurian Senjata api (Senpi) dari Lapas Tangerang yang diduga kuat dilakukan Woro, Napi kasus pencurian yang telah bebas pada 13 Januari 2016 lalu terkesan dirahasiakan dari media oleh Kemenkumham dan Polri.

Pasalnya aparat terkait merasa malu setelah akhirnya mengetahui jika akhirnya Senpi itu justru dijual ke para teroris untuk melakukan aksi teror. Untung saja sejumlah teroris di Bekasi yang membeli Senpi dari Napi lapas Tangerang itu lebih dulu ditangkap Densus 88 Anti Teror itu sebelum sempat meneruskan aksi teror di Jl MH Thamrin Jakarta.

Berikut data 9 Senpi yang berhasil dicuri dari gudang Lapas Tangerang dan dijual ke teroris;
1. Pistol Bernadelli kaliber 3,2 mm ada 7 pucuk dengan kode register 147770, 147778, 150640, 147779, 150646, 150648 dan 151137.

2. Colt kaliber 3.8 mm ada 1 pucuk dengan register 125908

3. P3A kaliber 3,2 mm 1 pucuk nomor register AB.Q 100817

Selain itu ada 125 butir peluru atau amunisi kaliber 3,2 mm yang ikut hilang dari gudang Lapas Tangerang.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Mabes Polri yang melacak asal senjata api (Senpi) para pelaku aksi teror di Jl MH Thamrin, Jakarta dan teroris yang ditangkap di Bekasi akhirnya mendapat banyak keterangan setelah melakukan wawancara (elisitasy) terhadap Puji, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Klas I Tangerang.

Dalam wawancara itu, diakui jika ada 9 pucuk Senpi dan amunisi kaliber 3,2 mm 125 butir yang hilang. Namun pihak Lapas Tangerang mengaku tak tahu jika ada Senpi hilang dari gudangnya karena kondisi pintu dan gembok dalam keadaan utuh dan tak ada yang rusak.

Bahkan diutarakan Puji, KPLP Lapas Tangerang baru tahu jika ada Senpi yang hilang dari gudangnya setelah datang sekitar 20 anggota Densus 88 Anti Teror untuk melakukan cek register Senpi yang disita dari teroris yang ditangkap di Bekasi pasca aksi teror.

Belakangan, para petugas menduga kuat, Senpi itu didapatkan para teroris dari Woro (33) Napi kasus pencurian yang telah bebas pada 13 Januari 2016 atau tepat sehari sebelum serangan teror di Jakarta yang terjadi pada 14 Januari 2016.

Kecurigaan itu berdasarkan fakta bahwa Woro sebelum bebas dipekerjakan sebagai tamping (pelayan) di Lapas Tangerang sebagai petugas kebersihan sehingga diduga punya kunci duplikat.

Hingga berita ini diunggah, Woro alias Toro, asal Desa Kalen Pandan RT V/ RW VII, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah sedang diburu petugas. @andiono