LENSAINDONESIA.COM: Usai aksi teror di Jl MH Thamrin, Jakarta, Tim Densus 88 Anti Teror bergerak cepat dengan menangkap teroris di Bekasi yang kedapatan menyimpan 9 pucuk senjata api (Senpi).

Sabtu (16/1/2016), sedikitnya 20 petugas Densus 88 Anti Teror menjemput 5 Napi teroris di Lapas Tangerang, terkait aksi teror di Mall Sarinah Jl MH Thamrin.

Menurut keterangan salah satu Napi teroris, Emirat, diperoleh informasi jika Senpi yang dibawa para teroris yang tertangkap di Bekasi berasal dari Lapas Tangerang.

Menurut Emirat, 9 Senpi itu keluar dari gudang Lapas Tangerang dalam dua tahap. Tahap pertama 5 pucuk Senpi dikeluarkan pada 23 Desember 2015 dan pada 13 Januari 2016 dikeluarkan 4 pucuk Senpi. “Tahap pertama 5 pucuk Senpi dihargai Rp 10 juta. tahap kedua 4 pucuk Senpi berikut amunisi 125 butir dihargai Rp 12 juta,” terang sumber Lensa Indonesia yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Mabes Polri yang melacak asal senjata api (Senpi) para pelaku aksi teror di Jl MH Thamrin, Jakarta dan teroris yang ditangkap di Bekasi akhirnya mendapat banyak keterangan setelah melakukan wawancara (elisitasy) terhadap Puji, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Klas I Tangerang.

Dalam wawancara itu, diakui jika ada 9 pucuk Senpi dan amunisi kaliber 3,2 mm 125 butir yang hilang. Namun pihak Lapas Tangerang mengaku tak tahu jika ada Senpi hilang dari gudangnya karena kondisi pintu dan gembok dalam keadaan utuh dan tak ada yang rusak.

Bahkan diutarakan Puji, KPLP Lapas Tangerang baru tahu jika ada Senpi yang hilang dari gudangnya setelah datang sekitar 20 anggota Densus 88 Anti Teror untuk melakukan cek register Senpi yang disita dari teroris yang ditangkap di Bekasi pasca aksi teror.

Belakangan, para petugas menduga kuat, Senpi itu didapatkan para teroris dari Woro (33) Napi kasus pencurian yang telah bebas pada 13 Januari 2016 atau tepat sehari sebelum serangan teror di Jakarta yang terjadi pada 14 Januari 2016.

Kecurigaan itu berdasarkan fakta bahwa Woro sebelum bebas dipekerjakan sebagai tamping (pelayan) di Lapas Tangerang sebagai petugas kebersihan sehingga diduga punya kunci duplikat.

Hingga berita ini diunggah, Woro alias Toro, asal Desa Kalen Pandan RT V/ RW VII, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah sedang diburu petugas. @andiono