LENSAINDONESIA.COM: Mabes Polri yang melacak asal senjata api (Senpi) para pelaku aksi teror di Jl MH Thamrin, Jakarta dan teroris yang ditangkap di Bekasi akhirnya mendapat banyak keterangan setelah melakukan wawancara (elisitasy) terhadap Puji, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Klas I Tangerang.

Sumber Lensa Indonesia menyebut jika wawancara itu dilakukan pada Senin (25/1/2016) mulai pukul 11.30-pukul 14.00 WIB. “Dalam wawancara itu, diakui jika ada 9 pucuk Senpi dan amunisi kaliber 3,2 mm 125 butir yang hilang. Namun pihak Lapas Tangerang mengaku tak tahu jika ada Senpi hilang dari gudangnya karena kondisi pintu dan gembok dalam keadaan utuh dan tak ada yang rusak,” jelasnya sambil meminta identitasnya dirahasiakan.

Bahkan diutarakan Puji, KPLP Lapas Tangerang baru tahu jika ada Senpi yang hilang dari gudangnya setelah datang sekitar 20 anggota Densus 88 Anti Teror untuk melakukan cek register Senpi yang disita dari teroris yang ditangkap di Bekasi pasca aksi teror.

Belakangan, para petugas menduga kuat, Senpi itu didapatkan para teroris dari Woro (33) Napi kasus pencurian yang telah bebas pada 13 Januari 2016 atau tepat sehari sebelum serangan teror di Jakarta yang terjadi pada 14 Januari 2016.

Kecurigaan itu berdasarkan fakta bahwa Woro sebelum bebas dipekerjakan sebagai tamping (pelayan) di Lapas Tangerang sebagai petugas kebersihan sehingga diduga punya kunci duplikat.

Hingga berita ini diunggah, Woro alias Toro, asal Desa Kalen Pandan RT V/ RW VII, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah sedang diburu petugas. @andiono