Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: PT.Hartono Istana Teknologi yang memiliki brand Polytron kenalkan perangkat lunak yang di buat dan dikembangkan oleh putra-putri Indonesia dengan titel FIRA OS (Sistem Operasi) di City Mall-Jakarta, Kamis (28/01/2016).

Eben Haezar selaku perwakilan dari Polytron mengatakan, Polytron ingin namanya dikenal dengan ekpansi di jajaran mobile phone, hal ini tentunya perlu pembuktian kepada publik setelah melakukan investasi dengan membuat lini produksi di dalam negeri untuk meraih sertifikwsi TKDN dan meningkatkan di layanan smartphone .

“FIRA dibangun dan dikembangkan oleh Polytron tanpa ada tenaga asing, di sini Polytron membuktikan bahwa selain produksi handset dengan kandungan komponenn dalam negeri, Polytron juga concern di sisi pengembangan software,” tandas Eben.

Eben menambahkan, FIRA memiliki beberapa Fitur berbeda dibanding user interface lainya. Seperti FIRA Check Pulsa, FIRA Store, FIRA Pay, FIRA Directory dan masih banyak fitur -fitur lainya. FIRA disematkan pada smartphone terbarunya yang bernama ZAP 6 yang merupakan generasi dari zap 5. Pada seri ZAP 6 terdapat lima type adalah POsh Note (4G551), Posh (4G501), Note (4G550),Cleo (4G500), Power (4G502). 5 type tersebut merupakan simbol superhero.

Seri Cleo 4G500 dilengkapi dengan Qualcomm Snapdragon  MSM 8916 Quadcore 64 Bit, dengan space memori sebesar 16 GB ROM dan 2GB RAM. Dengan di baderol dengan Rp.1.699.000 sampai Rp.1.899.000. HAFIDZ MABRUR.

Ketentuan Pemerintah terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada device samartphone telah diputuskan TKDN harus dinaikkan di tahun 2017. Dari keseluruhan poin dalam unsur TKDN tersebut terdapat dua hal penting. Pertama 80 persen dari sisi kandungan komponen, produksi ean investasi. Point ke kedua adalah, 20 persen lainya di sisi pengembangan.@Haf