Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Gawat, Banjarmasin diguncang isu bentrok suku Dayak vs Madura
ilustrasi penusukan
HEADLINE UTAMA

Gawat, Banjarmasin diguncang isu bentrok suku Dayak vs Madura 

LENSAINDONESIA.COM: Warga Kota Banjarmasin saat ini resah dengan isu terkait perselisihan antarsuku yang melibatkan suku Dayak kontra suku Madura.

Isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Golongan) ini muncul setelah beberapa waktu lalu terjadi kasus penusukan di Banjarmasin yang melibatkan warga kedua suku.

Menanggapi hal itu, Kapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Agung Budi Maryoto langsung mengimbau agar warga tak mudah terpancing demi menghindari sejarah hitam kasus Sampit terulang. “Itu tidak benar. Kasus penusukan yang terjadi beberapa waktu lalu di Banjarmasin, murni kasus kriminalitas. Nggak ada itu namanya bentrok antarsuku,” tegasnya.

Kapolda Kalimantan Selatan bahkan menegaskan, seorang tersangka kasus tersebut sudah menyerahkan diri ke Polresta Banjarmasin pada Minggu siang. Menurutnya Dewan Adat Dayak (DAD) dan Ikatan Keluarga Madura (Ikama) sepakat menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. “Pihak Ikama berjanji membantu polisi mencari dan menyerahkan para pelaku yang belum tertangkap,” tegas Brigjen Pol Agung Budi Maryoto.

Kami berharap warga seluruh Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin, jangan sampai terprovokasi isu-isu yang ingin memecah perdamaian. “Banjarmasin kondusif dan masyarakat diharap tetap tenang dan jangan terpancing dengan isu-isu yang tak bisa dipertanggungjawbakan,” imbaunya.

Sementara Danrem 101/Ant Kolonel Inf Yanuar Adil mengatakan, wilayah Kota Banjarmasin relatif aman dan sudah ada kesepakatan antara pihak suku Dayak dan Madura. “Mari sama-sama menjaga situasi kota ini tetap aman, nyaman, tentram dan kondusif,” tuturnya disela-sela pertemuan Ikama dan Dewan Adat Dayak di Polresta Banjarmasin. @*/andiono

Baca Juga:  KPK  diminta bongkar kartel di Kementan