LENSAINDONESIA.COM: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Jatim II untuk 2016 ini ditarget Rp 34 triliun. Untuk itu, Kepala DJBC Jatim II, Nirwala Dwi Heryanto juga bakal mengoptimalkan berikat.
“Untuk mewujudkan target itu memang harus kerja keras. ‎Makanya, selain bea dan cukai kami akan optimalkan berikat,” kata Nirwala Dwi Heryanto, Kamis (3/3/2016).
Berikat itu diakui sebagai upaya untuk membantu para pengusaha impor dan ekspor. Menurut dia, potensinya cukup besar.
Pihaknya akan ‎mengoptimalkan berikat itu bagi pengimpor yang barangnya nanti untuk ekspor. Jika pengelolaan itu optimal, kata dia, potensinya cukup besar.
Hal itu,terang dia, ‎bisa mensuport untuk memenuhi target Rp 34 triliun. Diakui dia, memang dari total target tersebut paling besar disumbang dari barang kena cukai. Terutama cukai hasil tembakau.
Namun, jika dikelola dengan baik maka pendapatan negara bisa meningkat. Sehingga tak hanya mngandalkan pendapatan dari cukai.
Sedangkan pendapatan cukai rokok, kata dia, paling banyak disumbang Kantor Bea Cukai Malang dan Kediri. Kantor Bea Cukai Malang mendapatkan target pendapatan Rp 15,4 triliun.
Karena itu, dia berjanji akan mengoptimalkan berikat dan sosialisasi pemakain cukai asli serta pemberantasan rokok yang memakai pita cukai palsu atau tidak berpita cukai. ‎Sehingga, hasilnya maksimal. @aji_dewa_roisky