LENSAINDONESIA.COM: Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya, menyoroti tajam syarat yang diajukan Menteri Pemuda dan Olah raga (Menpora) Imam Nahrawi dalam rencana mencabut SK Pembekuan PSSI.

Menurutnya, dari sembilan syarat yang dikemukakan Menpora dalam rapat bersama Komisi X di Gedung DPR RI, Rabu (3/3/2016) malam, tersebut ada beberapa poin isinya yang tidak masuk akal. Teuku merujuk pada poin ke delapan.

Setelah dikaji, poin tersebut dianggap tidak layak diajukan Menpora kepada PSSI sebagai syarat pencabutan SK. “Di sana kan tertulis pemerintah baru bersedia mencabut SK Pembekuan PSSI apabila PSSI bersedia menjamin Indonesia menjadi juara satu di dalam berbagai kejuaraan regional,” ungkap Teuku, Kamis (30/03/2016).

Riefky mengatakan pihaknya sudah menyampaikan keberatan dan meminta Kemenpora agar mengkaji kembali syarat tersebut. Kata Riefky, langkah Menpora itu kontra-produktif dengan niat menyelesaikan kemelut sepak bola nasional.

“Yang dilakukan pemerintah tidak menguntungkan siapapun, baik untuk pembinaan atlet, hiburan publik, dan citra pemerintah. Kami (Komisi X) juga bingung. Kalau persyaratan ini dilakukan, akan merugikan semua pihak. Komisi X meminta Kemenpora untuk segera mencabut SK, selambat-lambatnya bulan April pada Rapat Kerja sudah dilakukan, sebelum kongres FIFA pada Mei,” kata Teuku.

Dalam Rapat Kerja kemarin, Menpora menuntut PSSI agar menggelar Kongres Luar Biasa sebelum akhir April 2016 dan menjamin tim nasional Indonesia mendapatkan gelar di Piala AFF 2016 yang digelar November nanti.@LI-13