LENSAINDONESIA.COM: Meski Komisi X DPR RI menilai syarat yang diajukan dalam rencana mencabut SK Pembekuan PSSI tidak masuk akal, namun Menteri Pemuda dan Olah raga (Menpora) Imam Nahrawi tetap dengan pendirinyanya.

Justru, Menpora meminta menanggapi sembilan syarat pencabutan pembekuan PSSI dengan kepala dingin. PSSI diminta tidak emosi dan mengaitkan dengan hal lain. Dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, Rabu (2/3/2016) lalu, Menpora menyampaikan sembilan syarat untuk bisa mencabut status pembekuan PSSI.

Syarat tersebut di antaranya adalah taat pada sistem hukum nasional, berkomitmen secara konsisten terhadap perbaikan tata kelola sepakbola, dan menjamin adanya keterbukaan informasi publik yang akuntabel. “Sembilan syarat yang harus dipenuhi itu sesungguhnya cara kami untuk memastikan bahwa cara kita sama untuk melakukan reformasi, tidak boleh bertepuk sebelah tangan.

Harus ada respons balik berupa paper, berupa tulisan, bukan cemoohan, bukan seperti yang kemarin terjadi kepada orang saya. Tapi harus memberi konsep yang sama sesuai dengan statuta FIFA,” kata Imam usai menunaikan sholat Jumat di Kantor Kemenpora, Jumat (04/03/2016).

Menanggapi sembilan syarat itu, Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, menaggapinya dengan meminta Presiden Joko Widodo mengganti Imam Nahrawi.

Disebut La Nyalla, Imam tidak bisa menyelesaikan urusan sepakbola. Lebih lanjut Imam mengatakan bahwa syarat yang diajukan dia semestinya ditanggapi dengan dingin. Tidak dengan emosi, bahkan sampai memintanya untuk mundur.

“Shalat saja ada syaratnya, wudhu, harus bersuci, bersih, itu shalat loh. Masuk sekolah juga ada syaratnya ada bayar uang pangkal dan sebagainya, masa yang ini (Surat Pembekuan PSSI) mau tanpa syarat,” ujarnya.

“Karenanya ini harus dilihat secara dingin enggak boleh emosi. Apalagi kemudian dikait-kaitkan dengan faktor like and dislike. Sampai kemudian karena syaratnya enggak bisa dipenuhi, lalu mendesak Menpora untuk mundur, saya kira sudah dewasa kita juga harus berfikir dewasa,” lanjutnya kemudian.

Lantas kapan target SK Pembekuan dicabut? “Tergantung nanti sejauh mana komitmen untuk memperbaiki itu. Jangan pemerintah (saja) didorong, sementara mereka tidak mau didorong,” tukasnya.@LI-13