Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dubes RI: Tidak ada penghargaan dari Timor Leste pada Wiji Thukul
Aktivis Wiji Thukul. Foto: Istimewa
AKTIVIS

Dubes RI: Tidak ada penghargaan dari Timor Leste pada Wiji Thukul 

LENSAINDONESIA.COM: Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste, Primanto Hendrasmoro membantah adanya pemberian penghargaan dan pernyataan dari mantan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao kepada aktivis Wiji Thukul.

Bantahan tersebut disampaikan sebab Dubes RI tidak mendapat pemberitahuan dari pihak Xanana.

“Info yang saya terima tidak demikian. Tidak ada pernyataan dari Xanana. Dan yang jelas, tidak ada penghargaan apapun dari Xanana maupun Pemerintah Timor Leste,” tegas Primanto, Jumat (18/03/2016).

Kendati begitu, Primanto membenarkan bahwa pada hari Rabu 19 Maret kemarin sebuah organisasi masyarakat di Timor Leste mengadakan seminar yang memberikan apresiasi kepada individu-individu Indonesia yang pro demokrasi di Kota Dili.

“Seminar tersebut memang dihadiri Xanana selaku tokoh demokrasi di Timor Leste. Seminar ini membahas perjuangan orang-orang Indonesia pada 1998-1999 yang bersimpati pada perjuangan Timor Leste, termasuk Wiji Thukul,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa mantan PM Timor Leste Xanana Gusmao memberikan penghargaan kepada Wiji Thukul yang diwakilkan putrinya, Fitri Nganthi Wani.

Penghargaan tersebut disiarkan langsung oleh Televisi Timor Leste pada Kamis 17 Maret malam. Penghargaan ini diberikan karena Wiji Thukul dianggap berjasa bagi Timor Leste.

Di Televisi Timor Leste, dikabarkan Xanana bercerita tentang Wiji Thukul yang dinilai sangat pintar. Ia memasok dan merakit bom yang dipakai tentara Timor Leste untuk melawan ABRI.

Wiji Thukul dinyatakan hilang pada Juli 1998. Disinyalir, Thukul terbunuh di perbatasan Timor Leste karena dibom oleh ABRI. Ada yang mengatakan juga bahwa Thukul diculik oleh militer. Namun, hingga saat ini kematian Wiji Thukul masih menjadi tanda tanya.

Wiji Thukul adalah sastrawan dan aktivis hak asasi manusia berkebangsaan Indonesia yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru.@LI-13

Baca Juga:  JAPFA Comfeed ekspor 40 ton pakan ternak ke Timor Leste