Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Peras pemilik klinik tradisional, oknum polisi diringkus anggota TNI
Ilustrasi
HEADLINE PROOTONOMI

Peras pemilik klinik tradisional, oknum polisi diringkus anggota TNI 

LENSAINDONESIA.COM: Dua oknum polisi anggota jajaran Polres Bogor, Bripka HK dan Brigadir AN, disergap anggota TNI karena diduga kuat melakukan pemerasan terhadap AS, pengusaha klinik pengobatan tradisional di kawasan Parung, Kabupaten Bogor.

Informasi Lensa Indonesia menyebutkan, dua oknum polisi yang bertugas di Polsek Leuwiliang dan Rancabungur, Bogor itu ditangkap saat mengambil uang dari pemilik klinik pengobatan di depan minimarket Jl Raya Parung, Desa Jabon, Parung, Kamis (24/3/2016) pukul 19.30 WIB.

Kapolsek Parung, Kompol Asep Supriadi, membenarkan penangkapan dua oknum polisi oleh petugas dari TNI. Menurutnya, kasus pemerasan bermula ketika pada Rabu (23/3/2016) siang, Bripka HK dan Brigadir AN mendatangi rumah sekaligus klinik pengobatan tradisional milik AS untuk menanyakan ijin praktik. Kedua oknum polisi itu mengaku sebagai anggota Polres Bogor dan mengancam akan membawa AS jika tak bisa menunjukkan surat ijin klinik tradisional yang dioperasikan.

“Karena tidak mau bermasalah, AS langsung menawarkan uang Rp 15 juta, sedangkan Brigadir AN meminta Rp 30 juta. Setelah sepakat harga, AS menyiapkan uang Rp 12 juta sedangkan sisanya baru diserahkan keesokan harinya,” papar Kompol Asep Supriadi.

Pada saat Brigadir HK hendak mengambil kekurangan uang dijanjikan keesokan harinya, AS ternyata datang bersama empat anggota TNI dan langsung menangkap oknum polisi itu lalu diserahkan ke Koramil Parung dan dilimpahkan ke Polsek Parung.

Pada hari yang sama sekitar pukul 22.00 WIB, Brigadir AN diciduk anggota Propam Polsek Parung di Rumah Sakit Marzuki Mahdi, Bogor. “Yang bersangkutan sedang nunggu anaknya yang sakit disana. Sekarang kasusnya ditangani Polres Bogor,” lanjut Kompol Asep. @andiono