Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Campina antisipasi global warming dengan anti daging
Campina Ice Cream kini makin gencar mengkampanyekan gaya hidup vegan di tengah konsumennya. Rabu (30/03/2016).
HEALTH

Campina antisipasi global warming dengan anti daging 

LENSAINDONESIA.COM: Campina Ice Cream, kampanyekan gaya hidup vegan (vegetarian) di sejumlah perwakilan Instansi swasta dan dalam negeri. Mengusung tagline “Merawat bumi dengan sendok garpu”, Campina menghentikan sajian menu daging (segala hewan) kepada karyawan demi kurangi Global Warming.

Fakta mengejutkan, datang dari informasi memaparkan bahwa Global Warming saat ini paling banyak disebabkan oleh peternakan.

“Analisis yang baru di temukan oleh Goodland dan Anhang dalam “Livestock and Climate Change”, menemukan bahwa peternakan dan produk sampingan mereka sebenarnya menghasilkan minimal 32,6 miliar Ton karbon dioksida per tahun, atau 51% dari emisi gas rumah kaca tahunan di seluruh dunia”, terang Hendro Hadipranoto, Direktur PT. Campina Ice Cream kepada Lensaindonesia.com, Rabu (30/03/2016).

Hendro menambahkan, mengkonsumsi sayuran merupakan salah satu tindakan paling penting dan efektif yang bisa dilakukan untuk membantu menghentikan pemanasan global, menghemat sumber daya alam, mencegah pencemaran air dan udara berikut menyelamatkan spesies dari kepunahan.

“Kita menggaungkan gaya hidup vegan sebab setiap gigitan mempengaruhi bumi kita. Coba bayangkan, untuk membuat peternakan, ada beberapa hutan yang harus di tebang. Peternakan mendorong penebangan 1/3 hutan di dunia. Gas dan limbah yang di hasilkan peternakan adalah sumber nomor 1 dinitrogen oksida (NO2) dan methana (CH4), yang mana masing- masing 310 kali dan 72 kali lebih kuat dari karbon dioksida (CO2) yang menjadi juga penyebab global warming,” imbuh Hendro.

Belum lagi tumpahan kotoran hewan ternak, lanjut Hendro, sebab mampu membunuh lebih dari 1 miliar ikan karena kandungan gas methananya.

“Kekhawatiran kami akan hal ini membuat kami memberlakukan budaya makan non daging dan alternatif lain dari Nasi putih kepada karyawan kami. Kami juga memberikan punishment kepada karyawan kami yang menyisakan sebutir nasi pada piring makannya. Selain itu, kami juga menggunakan atap pabrik dan Pos satpam kami untuk “Roof Top Vegetable Garden” dan menggunakan ruang kosong untuk vertikal garden.” pungkas Hendro

Hendro juga menuturkan, hasil sayur yang dipanen nantinya dipergunakan untuk konsumsi sendiri yang setidaknya mampu mengcover 10% dari kebutuhan dapur. Selain itu, hasil panen juga sering dijajakan di kantin kejujuran yang ada di Pabrik.

Management Campina memulai memperkenalkan produk hula-hula yang sudah tak berbahan utama susu, namun menggunakan santan. Ini untuk semakin membantu mengurangi ketergantungan pada susu dan membantu mengurangi Efek Rumah Kaca.@Ret