LENSAINDONESIA.COM: Penggeledahan empat ruangan di gedung DPRD DKI Jakarta oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berlangsug.

Pengeledahan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dipimpin oleh Novel Baswedan.

Penggeledahan dimulai dari ruangan Wakil Ketua DPRD Muhammad Taufik. Setelah setengah jam berada di ruang Ketua DPD Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta itu, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen yang salah satunya adalah buku kerja Taufik yang bersampul merah.

“Nanti kita lihat saja, saya belum bisa sampaikan, percuma juga (disampaikan sekarang). Nanti kalau sudah selesai nanti akan saya sampaikan,” kata Novel di Gedung DPRD DKI, Jumat (01/04/2016) malam.

Setelah menggeledah ruang Taufik di lantai 9, Novel bersama sejumlah penyidik lain menuju ruang Ketua Komisi D DPRD Mohamad Sanusi.

Sebelumnya, penggeledahan berlangsung di ruang bagian perundang-undangan (persidangan) di lantai 5 gedung lama DPRD DKI Jakarta. Kemudian di ruang pemantauan CCTV di lantai 1 gedung lama DPRD DKI Jakarta.

Penggeledahan di ruang bagian perundang-undangan baru mulai berlangsung sekira pukul 21.00 WIB. Tampak lima orang penyidik mengenakan rompi putih bertuliskan KPK di bagian punggung masuk dikawal dua anggota Brimob bersenjata laras panjang.

Hingga pukul 21.30 WIB penyidik masih berada di dalam ruangan tersebut. Sementara, penggeledahan di ruang pemantau CCTV, hanya berlangsung sekitar 15 menit dilakukan oleh lima orang penyidik KPK.

Dari ruangan di lantai 1 itu, penyidik terlihat membawa satu unit hard disk dan satu koper yang belum diketahui isinya.

Sementara itu, sekitar pukul 22.00 WIB penggeledahan di ruang kerja Sanusi baru saja dimulai.@LI-13