LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan, penyegelan dan penggeledahan ruangan di DPRD DKI Jakarta dilakukan untuk mendalami keterlibatan pihak-pihak lain dalam suap yang diterima Ketua Komisi D Mohamad Sanusi dari PT Agung Podomoro Land Tbk.

Pihak lain yang dimaksud Saut bisa siapa saja, anggota DPRD sesama Komisi D, atau pun Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik yang juga kakak kandung Sanusi. Keduanya juga berasal dari partai yang sama, yakni Partai Gerindra.

“Masih kita dalami terus,” ujar Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, saat dihubungi, Jakarta, Jumat (01/04/2016).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK La Ode Muhamad Syarif mengatakan ruangan Taufik disegel lantaran di ruangan tersebut diyakini ada jejak kasus suap senilai Rp 2 miliar itu.

“Karena dianggap bahwa pada tempat-tempat tersebut akan didapatkan bukti-bukti yang ditelitikan,” kata Syarif.

Penyidik menggeledah ruangan Taufik di lantai 9 gedung DPRD DKI Jakarta. Penyidik terlihat membawa sejumlah dokumen diantaranya adalah agenda kerja Taufik.

Sekadar informasi, Sanusi ditetapkan sebagai tersangka karena menerima suap Rp 2 miliar dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Suap tersebut diberikan anak buah Ariesman, Trinanda Prihantoro sebanyak dua kali masing-masing Rp 1 miliar.

Suap tersebut guna keperluan pembahasan Raperda tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi Jakarta tahun 2015-2035 dan Raperda tentang rencana tata ruang kawasan strategis kawasan pantai Jakarta Utara.@LI-13