LENSAINDONESIA.COM: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Agung Djoko Retmono menyebut, saat ini penambangan pasir kian marak di sejumlah titik di kawasan jalur lahan Gunung Kelud.

Menurut Agung, wilayah yang terdata masih ada penambangan pasir di Kabupaten Kediri adalah di Kecamatan Plosoklaten, Puncu serta sejumlah daerah yang ada jalur lahar. Di lokasi tersebut, aktivitas penambangan yang didipastikan tanpa izin tersebut dilakukan dengan bebas.

“Penambangan kira-kira ada 4-5 titik dan itu berada di jalur lahar,” katanya di Kediri, Jumat (01/03/2016).

Ia mengatakan, daerah yang terdata masih ada penambangan pasir di Kabupaten Kediri adalah di Kecamatan Plosoklaten, Puncu, Ngancar serta sejumlah daerah yang ada jalur lahar. Di lokasi tersebut, warga masih melakukan penambangan dengan bebas.

Agung mengungkapkan, penambangan pasir bahkan menggunakan alat berat. Setiap hari, puluhan truk masuk dan keluar dari lokasi jalur lahar tersebut. Bahkan, akibat penambangan, terjadi jurang yang amat dalam, sampai hampir 20 meter. Saat ini, penambangan itu dihentikan sementara.

Lebih lanjut, Agung mengatakan sebenarnya sudah melarang untuk penambangan dilakukan. Terlebih lagi di jalur lahar Gunung Kelud (1.731 meter di atas permukaan laut), tanpa izin sebab terdapat potensi bahaya. Air bisa datang sewaktu-waktu, yang bisa menggancam jiwa para penambang.

“Kami sudah imbau masyarakat untuk waspada, karena lahar dingin bisa datang sewaktu-waktu terutama saat hujan deras,” katanya.

Ia juga mengatakan, di perbatasan Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri dengan Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, aktivitas penggalian pasir juga ditemukan.

Penggalian pasir itu menyebabkan terancamnya kerusakan lingkungan. Terlebih lagi di perbatasan itu terdapat jembatan penghubung yang baru saja diresmikan. Jembatan itu bantuan dari PT Gudang Garam, sehingga jika tidak ada aturan tegas dikhawatirkan jembatan lekas rusak. Penggalian pasir menyebabkan abrasi, sehingga paku jembatan cepat goyah dan rusak.

“Kemarin sudah kami hentikan di wilayah Kabupaten Kediri dan untuk Malang, nanti akan kami koordinasikan dengan Satpol PP Malang,” ujar Agung.

Sementara itu, Camat Kasembon, Kabupaten Malang, Mochammad Sholeh mengakui lokasi terdapatnya penggalian pasir di dekat jembatan memang masuk wilayah Kabupaten Malang. Ia pun sudah mengingatkan agar warga tidak melakukan aktivitas penambangan pasir, sebab bisa mengganggu lingkungan.

“Kami sudah berikan peringatan, surat, tapi mereka tetap menambang. Kami juga bersinergi dengan Pemkab Kediri terkait dengan penertiban ini,” tegasnya.@andik kartika