Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Pasukan khusus TNI latihan gabungan jelang deadline pembebasan sandera Abu Sayyaf
Ilustrasi latihan gabungan PPRC tiga matra TNI
HEADLINE DEMOKRASI

Pasukan khusus TNI latihan gabungan jelang deadline pembebasan sandera Abu Sayyaf 

LENSAINDONESIA.COM: Tiga matra TNI yakni TNI AD, TNI AL dan TNI AU menggelar latihan gabungan pasukan pemukul rekasi cepat (PPRC) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Latihan ini dilakukan untuk penguasaan PPRC sekaligus persiapan operasi pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjend TNI Edy Rahmayadi memimpin langsung latihan gabungan yang juga disiapkan untuk membebaskan 10 WNI sandera Abu Sayyaf.

500 personel gabungan yang menjalani latihan adalah pasukan elite dari satuan masing-masing yakni Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Kopaska TNI AL, Den Bravo, Tontaipur dan Denjaka.

Latihan gabungan ini diperkuat lima kapal tempur milik TNI AL yakni KRI Surabaya, KRI Ajak, KRI AMI, KRI Mandau dan KRI Badau ditambah helikopter jenis heli bell, super puma dan satu pesawat jenis CN 295 yang dioperasikan menurunkan para personel dari udara dengan cara terjun bebas (free fall) dari ketinggian 6000 feet (kaki).

“Kami selalu berusaha memberikan kegiatan pemanasan, terutama diwilayah Kaltara ini dalam rangka Range Count Pangdam VI Mulawarman. Ini bukti keseriusan mengamankan wilayah NKRI apabila ada ganguan yang sudah terdeteksi ataupun belum,” papar Letjen Edy Rahmayadi.

PPRC ini siap diturunkan melakukan kegiatan antisipasi maupun langkah strategis lainnya di seluruh wilayah NKRI, termasuk tujuh kemampuan dalam membebaskan tawanan baik di laut, udara dan darat maupun hutan/gunung, gedung, kereta api, pesawat dan bus.

“PPRC ini terdiri dari pasukan elit dari tiga matra TNI yang dilatih dengan tujuh kemampuan. Salah satunya adalah pembebasan sandera pada segala kondisi alam,” pungkasnya. @*/andiono

Baca Juga:  Polisi temukan bendera Bintang Kejora dari wisma mahasiswa Papua di Surabaya