Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Satukan PPP, Romi tempatkan istri Suryadharma Ali jadi waketum
Ketua Umum PPP M Romahurmuziy bersama istri SDA Wardhatul Asriyah usai bertemu di kediaman SDA, Rabu (15/03/2016). Foto: antara
HEADLINE DEMOKRASI

Satukan PPP, Romi tempatkan istri Suryadharma Ali jadi waketum 

LENSAINDONESIA.COM: Upaya menyatukan dua kubu di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) langsung dilakukan Romahurmuziy (Romi) beberapa saat setelah terpilih sebagai ketua umum PPP secara aklamasi melalui Muktamar PPP ke-VIII yang diselenggarakan di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (09/04/2016).

Salah satu upaya ialah memasukkan Indah Wardatul Asriyah, istri mantan Katua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) dalam kepengurusan sebagai salah satu wakil ketua umum.

Dimasukkannya Wardatul dalam susunan kepengurusan bermula saat dirinya berpidato menyampaikan salam dari suaminya kepada seluruh peserta muktamar tepat setelah M Rohamurmuziy didapuk sebagai Ketua Umum PPP periode 2016-2021.

SDA kini sedang ditahan di Rumah Tahanan Guntur karena statusnya sebagai tersangka dugaan korupsi pelaksanaan haji.

“Salam sayang dari SDA. Yakinlah beliau ada di sana (Rutan Guntur) tapi hatinya bersama kita. Beliau mengikuti seluruh proses dari awal,” kata Wardatul

Wardhatul mengatakan, SDA tak ingin PPP hancur berkeping-keping. SDA mendukung penuh muktamar sebagai jalan islah antara dua kubu yang berseberangan.

Mendengar itu, Romy menjanjikan Wardatul untuk masuk dalam kepengurusan. Salah satu tim formatur yang baru disahkan, Suharso Monoarfa langsung mendaulat Wardhatul sebagai salah satu Wakil Ketua Umum PPP.

“Wardhatul Asriyah sebagai waketum,” kata Suharso di meja sidang Paripurna VI.

Dalam kesempatan ini disahkan juga delapan orang tim formatur. Mereka adalah Fadli Bursah, Mardiono, Musyaffaq, Ahmadi, Amir Uskara, Warniah, Emron Pangkapi, dan Suharso Monoarfa.

Seperti diketahui, Romi ditetapkan secara aklamasi, sempat terjadi perdebatan dalam muktamar. Pemungutan suara pun digelar mengenai cara pemilihan ketua umum. Mayoritas yang hadir pun mendukung musyawarah mufakat.

Saat itu terdapat 1.149 dari 1.235 pemilik hak suara yang hadir. Sebanyak 1.062 mendukung pemilihan Ketua Umum melalui musyawarah mufakat dan sebanyak 87 memilih melalui pemungutan suara.@LI-13