LENSAINDONESIA.COM: Puncak acara Bulak Fest 2016 diisi dengan kegiatan mengecat rumah nelayan di kawasan Pantai Cumpat, Kecamatan Bulak Surabaya, Minggu (10/04/2016).

Pengecatan rumah di depan gedung Sentra Ikan Bulak (SIB) itu itu dipimpin langsung oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Risma yang dijadwalkan tiba pukul 07.30 WIB, ternyata malah datang 30 menit lebih awal, yaitu pukul 07.00 WIB. Ia didampingi beberapa pimpinan SKPD, seperti Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Hendro Gunawan, Kepala Satpol PP Surabaya IrvanWidyanto, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kepala Dinas Pertanian Kota SurabayaJoestamadji, serta camat se-Kota Surabaya.

Rombongan ini turun langsung menjadi tukang cat rumah nelayan. Rumah pertama yang ia cat mengambil warna hijau tua dan oranye.

Memakai kaos orange dengan celana hitam, serta helm sefty, Risma tak canggung memegang kuas roll yang berlumuran cat. Walikota perempuan itu pun sampai naik sebuah kursi panjang agar bisa menjangkau bagian atas dinding yang harus dicat.

Sembari mengecat Risma menyeru untuk semuanya agar segera mengecat bersama. “Ayo dicat rek,” kata Risma sambil mengecat tembok kusam itu.

Risma memastikan, bahwa pengecatan itu hampir sama dengan yang ada di Brazil, yang mana rumah nelayan disana dicat warna-warni, sehingga sangat terlihat indah dan menjadi salah satu destinasi di daerah tersebut. “Ini seperti di Brazil lho,” tuturnya.

Walikota perempuan pertama di Kota Surabaya ini terlihat lama mengecat rumah warga yang masih terbuat dari gedek, termasuk pagarnya yang masih terbuat dari bambu. Satu persatu pagar yang terbuat dari Bambu itu dicatnya dengan warna-warni, mulai dari warna kuning, merah, biru, hijau, dan orange.

“Ini pasti bagus kalau dicat warni-warni rek, ayo mana catnya,” ucapnya.

Usai menyelesaikan pekerjaan mengecatnya, Risma menyampaikan, bahwa kawasan pinggiran Pantai Cumpat dan Kenjeran akan menjadi destinasi baru di Kota Surabaya. Bahkan, di Surabaya akan menjadi kampung nelayan yang khas dan beda dengan daerah lainnya. Pasalnya, kampung nelayan di Surabaya ini akan tetap menonjolkan ke khasan nelayan dengan tanpa merubah bentuknya.

“Jadi,Keunikannya tetap ditonjolkan. Kalau di Jakarta itu kan yang ada dibongkar terus diganti yang baru. Saya gak mau, saya inginnya yang ada ini lebih diperhatikan,” ujarnya.

Bulak Fest 2016 digelar sejak tanggal 3-10 April 2016. Berbagai lomba pun digelar untuk menyemarakkan acara ini untuk menarik perhatian masyarakat agar berkunjung kawasan pesisir Kota Surabaya.@wan